welcome aboard

Mungkin aku terlalu terburu mengharu biru
bahkan detak jantungmu belum hadir menembus kulitku
mungkin kau belum merasakan belaianku
tapi aku percaya kau sudah mendengar detak jantungku

Selamat datang, kau yang belum bernyawa
bahkan kehadiranmu belum membuatku sepenuhnya percaya
keberadaanku mungkin belum kau rasa
tapi percayalah bahwa aku sudah ingin membacakanmu cerita

Senangkah kau berada disana?
tempat baru yang telah Tuhan sediakan untukmu melaluiku
nyamankah kau berada disana?
ruang terbaik yang Tuhan berikan untukmu melaluiku

aku telah mengubah diriku untukmu,
aku mau mengalahkan takutku untuk menemanimu bertemu pria berpakaian putih itu,
aku merelakan perubahan tubuhku yang ikut merasakan senang akan hadirmu,
aku mempertebal kesabaranku,
aku menahan keinginanku yang tak berhubungan denganmu
aku berusaha memberikan yang terbaik untukmu,

karena tak lama lagi kau akan datang kepadaku,
kau akan tertidur didalam pelukanku,
dan kau akan memanggilku
ibu


menunggu hujan

diam,
duduk tak bergerak
memandangi jendela yang membingkai matahari
tatapan yang terlihat kosong
namun sebenarnya menunggu

menghela nafas,
masih tetap terdiam
kali ini ia tak menginginkan angin
walau lebut terasa menerpa
tak akan bisa menikmati seperti biasanya

walau tampak tak jelas,
sepertinya langit berubah warna
dalam hati berucap semoga jingga tak datang kali ini
biar saja warna gelap yang hadir
semoga saja warnanya menjadi abu

dan angin tak lagi berhembus semilir,
hati mulai bangkit dari duduknya,menunggu kabar baik
dan nyata, angin bertiup beradu dengan ruang kosong
awan kelabu datang bersama butiran air,

dan ia mulai berhitung
satu
..dua
dan datanglah yang ia tunggu
hujan
…tik..tik..tik..

ia berlari keluar rumah tanpa alas kaki
menantang awan untuk menurunkan semua air yang ia miliki
agar ia memiliki alasan yang tak mereka ketahui
ia perlu menangis
tapi hatinya tak mengizinkan mereka melihat air mata

dan kini hujan datang ditemani petir
ia makin menggila
ia perlu berteriak tanpa harus didengar oleh siapapun
ia ingin mengerluarkan amarah tanpa harus mereka tau

ia pun terduduk,
bersimpuh di tanah
jangan salahkan air hujan yang mengalir bercampur dengan airmata
jangan pertanyakan mengapa petir kali ini menggelegar lebih keras
karena bercampur dengan teriakan amarah

tak menyelesaikan semua permasalahan
hanya sepertinya rongga hati melebar
siap menampung lebih banyak, yang entah apa

setelah senyum hadir saat menatap langit
ia berjalan perlahan membuka pintu
dengan tubuh yang kuyup dan suara yang parau
life, i’m back

 


kepada : hidup

apa kabar dunia?
lama tak menyapamu
masihkah langit berwarna biru,
rumput yang berwarna hijau,
kuning milik jeruk limau,
..ah bertapa aku merindu

sesekali aku bersua dengan matahari,
walau hanya sesaat, sebentar saja menyapa
tak sempat bertanya kabar, hanya senyum yang tersungging
tak lebar memang,
tapi mungkin ia tau bahwa aku merindukannya
iya, aku rindu…

lama tak bertegur dengan hujan,
lama tak mendengar renyah suaranya
menunggu petir menggelegar lantang
mengintip apakah pelangi akan datang kali ini

kursi itu telah lama tak kududuki
bantal bulu angsa telah kembali ke bentuk semula
lama tak kupeluk
wangi yang biasa kutinggal disitu kini telah bercampur debu

apa kabar hidup?
rinduku telah sampai diujung tanduk
bagaimana caranya untuk menyentuhmu kembali?
karena hatiku separuhnya masih ada disitu
di dunia yang hanya ada aku
dan semua hal yang aku inginkan

apakabar hidup?
rinduku terus mengalir bersatu dengan nafasku
katakan padaku jalan untuk kembali denganmu
karena hanya dengan menyentuhmu,merasakanmu
aku merasa bahwa aku adalah aku

mendekatlah padaku,
akan kubisikan padamu
aku merindu,bawa aku bersamamu

(inda,ketika merindu)


drupadi

Tanpa aku bicara, kau tau begitu saja
aku menunggu hingga kau bertanya
aku menanti, berharap kau memahami dengan sendirinya
karena aku merasa, kau tau apa yang aku rasa

Kita berbiacara dalam diam
bercerita tanpa kata
bersandar pada kesadaran bahwa kau adalah sang separuh nyawa
yang akan merasa apa yang aku rasa

Aku menunggumu,
menunggu waktu yang tepat untuk berada dalam pelukanmu
kau diam menantiku,
meyakini akan tiba masanya kita kan menyatu

Hatiku mungkin terpecah,
membelah dan terbongkah
tapi cinta yang kupunya tetap utuh
menyatu selayaknya yang tak tersentuh

Aku drupadi,
untuk waktu,untuk hati dan pekerjaanku
jangan tanyakan mengapa begitu
karena mereka tak tau
hanya kita yang tau


sogan dan malam

Lembayung senja yang kehitaman
semburat jingga yang menggelap perlahan
diantara kuning langit yang kecoklatan
aura dingin yang berubah menjadi kehangatan

Langkah mulai menapak perlahan
menyeret kaki dengan enggan
berharap dengan menutup mata,setiba itu ia akan pulang
tanpa perlu mengangkat kaki untuk berjalan

Raut wajah yang sudah tak ingin disapa
tubuh lunglai yang tak kuasa untuk berkata
mata sayu yang tak lagi mampu berbicara
kilap wajah yang penuh dengan kelelahan

Kemanakah arah pulang,

dimana ada kursi berbau sama dengan peluh bercampur pewangi tubuh
bantal bulu angsa yang sama lembutnya dengan kue bolu pandan hangat
cangkir putih berkerak coklat, yang diisi air putih hangat berbau teh

masih jauhkah ia harus berjalan

karena langit telah dipaksa untuk menumpahkan hujan
pelangi pun enggan datang untuk berbagi keindahan
karena saat lembayung telah selesai berpentas,
malam datang untuk unjuk kebolehan

Hanya ia yang bisa,
menutup mata sambil berjalan
karena berharap sambil berkedip saja takkan sempat diiyakan Tuhan
berkata ia dalam hati,
“Tolong pindahkan pulang dalam satu langkahku kedepan..”

satu mata ia buka,kemudian dua (ia berharap ada mata ketiga dan keempat)
karena satu atau dua mata yang ia buka,
arah pulang masih jauh membentang
Sogan menghilang
berganti gelap malam
jingga menurunkan layarnya, dan hitampun terbentang
ia terus berjalan dalam diam


hey, utsuri..acungkan tanganmu!!

selamat pagi, wahai separuh nyawa,
ku tau kau ada, walau mustahil menyentuhmu
selamat membuka mata, wahai pujaan jiwa
ku tau kau disana, walau aku membiarkan kau berlalu

wahai kekasih,
penghangat untuk sela hati
selamat menjejak dunia

selamat siang, wahai pemilik senyum itu
ku tau kau mengingatku diantara beribu detik yang berlalu
selamat melangkah maju wahai yang terindah
ku tau kau menapaki hari ini dengan sedikit kenangan indah tentangku

wahai kekasih,
penerang untuk hari
hadirmu,
membiarkan matahari beristirahat sejenak

selamat sore, wahai sinar jingga
ku tau kau menginginkan hadirku untuk meredakan peluhmu
mendengarkan celotehmu tentang hari ini, yang apapun itu selalu indah untukku
duduklah disebelahku, akan kubawa setangah nyawamu dan kuberi setengah nafasku

wahai pujangga hati,
lepaskan peluhmu
dan aku akan bersenandung menemanimu

selamat malam, belahan hidupku
tidurlah
akan kujaga malam untukmu,
kutiup lembut angin yang akan membuaimu
aku akan hadir dalam mimpimu,
membuatmu tau bahwa keindahan tak selalu nyata

hey utsuri, angkat tanganmu jika kau pun merindukanku..!!


US

ketika aku memilikimu,
ketika kita mengikat janji,
aku tahu jika
pencarianku berkahir sudah,
perahu hatiku akhirnya bersauh

ketika aku memilihmu,
ketika hati merasa penuh dengan kasihmu
aku tahu jika
perjalanan memilihku berhenti sudah,
langkah kaki berhenti menjelajah

aku masih menebak apakah yang membuatku akhirnya ingin mengkahirinya
aku masih mengira ngira apakah yang menghentikan semua keingintahuanku akan dunia
yang aku tau,
aku ingin berlabuh di hangat sudut hatimu

bila nanti, aku tak dapat membahagiakanmu
ingatlah saat ini,
karena aku memiliki cinta
terbesar, terhebat, terterang untukmu
karena saat ini aku akan melakukan apapun untuk membahagiakanmu
karena saat ini aku berjanji pada hati dan ragaku untuk tidak membuatmu menyesal
karena aku berbisik pada Tuhan tadi malam, untuk menjagamu selalu ada dalam cintaku
karena surga akan kuraih melaluimu
semoga

 


dear my life and my soul

Ini tentang kita berdua
Selalu tentang engkau dan aku
Kita selalu berbicara dalam diam
Bercerita dalam keheningan
Menangis dalam ketiadaan
Tertawa berkawan kesepian
Belari dalam langkah melayang

Kau menyayangi aku,sama seperti aku mencintaimu
Kau memahami aku,selayaknya aku memandang sempurna dirimu
Ketika peta tak mampu lagi membantuku memberi arah,kau menjadi langkahku kemana akan menuju

Jiwaku,belahan dari nafasku
Ragaku,separuh dari hidupku
Sebentar lagi kita akan berbagi

Dengan mereka yang aku sebut pasangan hidupku
Mereka,jiwa yang asing,raga yang tak kita kenal
Mereka,sifat yang tak kita tau,kebiasaan yang tak kita jamah sebelumnya
Mereka,dengan denah hidup yang tak kita tau,langkah yang entah kemana menuju
..mereka akan hidup bersama kita

Terimalah,
Karena mereka akan membuat kita menjadi kaya akan sebuah kerelaan untuk berbagi
Karena mereka akan membuat sauh yang perlu kita arungi tak berkesudahan dan menjadi nakodanya

Mengalahlah,
Karena ketika kita menginginkan berada di pucak emosi,mereka memperebutkan hal yang sama
Karena ketika kita dengan keras hati atas sesuatu,mereka akan dua kali membatu yang tak mungkin akan kita hancurkan

Ikhlaslah,
Karena mereka memiliki kuasa yang sudah Tuhan berikan,maka usahlah kita lawan
Karena langkah kita menjadi lebih ringan ketika mereka merestuinya
Karena sebagian hidup kita telah bernafas dengan nafasnya
..karena mungkin cinta juga berarti pengabdian

Namun tetaplah menjadi jiwa & nyawa yang ketika mereka belum ada
Yang berani berkata tidak ketika memang ingin mengatakannya
Yang ingin melangkah & bernafas dengan gelak tawa walau mereka tak suka
Karena,kebahagiaan kita lah tujuan semuanya

Ingatkan aku bila terkadang aku melupakanmu
Bangunkan aku bila aku terlalu terlena memanjakan mereka
Buatlah aku selalu tersadar bahwa diatas segalanya,Tuhan & kita lah yang membuat semua harapan itu ada

Aku yang selalu mencintai kalian,
Hanya kita bertiga,
Aku,nyawa & jiwa


roman romansa

sesekali, dia memerlukan sebuah skenario roman dalam perjalanan hidupnya
dia perlu disanjung,
diperlakukan istimewa
sama halnya dengan ia perlu mendengarkan kata0kata cinta setiap harinya

kambat laun, dia menginginkan sebuah cinta yang terekspresi dengan sempurna
hatinya perlu dibelai dengan bahasa
rasanya perlu direngkuh dengan kata

genggaman tangan hangat diantara jemari yang berkeringat
peluk tubuh seolah memindahkan dan betukar nyawa yang hampa
diantara senyum yang selalu dirindu, tatapan mata yang membuat cinta,
dan cium yang mengungkapkan rasa

itu hanya cerita,
angan yang kadang tak bertepi
harap yang berubah menjadi kecewa

dan kini,
romansa dibekukan menjadi sebuah
komitmen,kesetiaan, dan masa depan

komitmen untuk menjaga kesetiaan hingga masa depan ada di genggaman
genggaman tangan hangat dibekukan menjadi sebuah rutinitas
pelukan,ciuman,tatapan mata penuh romansa
dilagukan dalam nada yang sama bernama kebersamaan

romansa bertransformasi dengan baik
dan cukuplah dia merasa dengan itu semua

walau sesekali ia merindu roman romansa


menikah denganmu

berjalan,
menapaki langkah yang tersendat perlahan
diliputi sedikit keraguan
dan beribu pertanyaan

mereka,
menatap dengan senyum terkembang
pujian dilanjut doa dilambungkan mengambang
sentuhan halus didada,
berharap gemuruh degup jantung menjadi tenang

kau,
sang kekasih yang telah menanti
tertunduk diam, tapi bukan hilang nyali
tak berbahasa,gundah meyakini hati
menebak akhir dari babak episode hidup kali ini

aku,
berjalan perlahan menujumu
awal aku akan disandingkan untuk menemanimu
menemani segala ketidak sempurnaanmu
mendampingi untuk segala musim di hatimu

kita,
berdua akan mengarungi hidup yang tak berkitab
bersama akan merangkai cerita yang tak bermashab

aku tak ragu,selama kau bersamaku
aku tak pilu,selama kau menginginkanku
aku tak lelah, selama kau bersyukur untukku
dan
aku akan selalu bersamamu, selama kau menyebut namaku dalam Doa mu

aku akan menikah denganmu

(Note : Terjemahan lain dari lagu Menikahimu by Kahitna)


rainbowfest

kemari,
telah kusediakan bangku kayu
dipayungi rangkaian bambu
untuk kududuki bersamamu

tunjuk,
langit mana yang ingin kau saksikan
akan kusajikan
selama yang kau inginkan

bila kau tak tau apa yang mau mau,
akan aku tawarkan festival pelangi padamu
kau bisa menamai warna sesuka hatimu
sebebas yang kau mau
apapun itu

pelangi datang setalah hujan
keindahan yang datang setelah badai
pelangi hadir ditemani angin
perlahan,
memanjakan matamu
menggelitik halus perasaanmu

akan selalu kesediakan keindahan pelangi untukmu
akan ku minta Tuhan menambah keindahannya dari waktu ke waktu
karena hari yang ditemani hujan tak selalu menyenangkanmu
karena dinginnya angin yang datang setelahnya tak selalu menghangatkanmu

festival pelangi dimulai,
aku akan membiarkan matamu bermain-main mengikuti warna yang kau tunjuk
aku akan mengejarmu ketika kau menginginkan akhir dari pelangi
aku akan membantumu menulis berjuta warna yang kau sebut ketika melihatnya

festival pelangi dimulai,
keindahan yang tak akan berakhir walau kita perlu menunggu hujan
karena setalah hujan,
kau akan bahagia,
karena setalah derita,
ada pelangi berwarna

karena itulah aku disini,
menghadirkan pelangi untukmu
karena bahagiamu,
adalah hidupku


akankah?

seseorang bertanya,
keraguan bergelayut dari setiap kata yang terucap
kebimbangan mengikuti bagai bayangan yang engan pergi
bertanya,pertanyaan yang hanya Tuhan yang tau jawabannya

..akankah hidupku bahagia bersamanya?

tak ada teori pasti untuk menjawabnya
tidak ada ilmu yang akan menjawab pertanyaan itu dengan kata “ya” begitu saja
tak ada asuransi yang akan menjamin hal itu semuanya

tapi, dapatkah kau menjawab bila aku bertanya ..apakah arti bahagia untukmu?

karena setiap pasangan memiliki beribu-ribu kebahagiaan yang berwarna warni yang siap dibagikan kepadamu,
karena setiap langkah yang mereka jalani, selalu bertujuan untuk membahagiakanmu

baiknya,kita semua menyatukan arti dari kebahagiaan itu

bahagia adalah kata lain dari perjalanan hidup bersama,
bahagia adalah rasa memiliki yang takkan terhenti ketika salah satu dari kita terpuruk
bahagia adalah getaran halus ketika melihatnya tertawa,keinginan untuk memeluknya ketika ia berair mata
itu bahagia untuk ku..
bahagia berarti berbagi
bahagia berarti bersama

bahagia..
artinya kamu.


eum..?

…aku ingin bercerita tentang sesuatu, tapi entah apa itu
aku ingin bernyanyi lagu yang ku pun tak tau liriknya..

…aku ingin tertawa, tapi entah apa yang lucu..
aku ingin menangis, tak ada pula yang membuatku merasa pilu..

..aku ingin bertanya padamu,tapi kau tak akan menjawabnya
aku ingin menjawab pertanyaan yang ku tanya sendiri,walau aku tak tau jawabannya..

..aku ingin,aku mau,aku akan..


Hey..!

HEY..!

Lihat aku disini wahai pelangi sejuta warna,
aku memanggilmu, meminta sedikit keindahan dari tubuhmu
usah kau memalingkan wajahmu,
karena kau pun ingin melihatku berdiri lantang disini

HEY..!

Dengarkan aku dibawah sini wahai langit biru pekat,
aku menyapamu, meminta sedikit bagian dari luas jiwamu
usah kau menutup telingamu,
karena kau pun ingin mendengarkan senandungku

HEY..!

Ciumlah keberadaanku disini wahai angin kesukaanku,
aku menyentuhmu, memohon untuk dicumbui oleh kesejukanmu
usah kau bertiup menjauh dariku,
karena kau pun ingin menyentuhku perlahan

Langit,Pelangi dan Angin..
Bukan cinta yang tengah aku rasakan kali ini
Bukan juga emosi yang sesaat yang tengah aku genggam,

entah apa namanya rasa ini?

Keindahan yang tak berkesudahan,
walau kadang berwarna hitam, tapi aku menikmatinya
Keinginan untuk bersama yang tak pernah surut,
walau kadang tak selalu indah, tapi aku menikmatinya
Keberadaanmu, mencumbuku, memelukku,
walau kadang terasa tak sesuai, tapi aku menikmatinya

tapi aku berkeyakinan, ini bukan cinta seperti yang mereka bilang,
yang sekejap saja berubah rasanya
hari ini cinta, esok membenci
hari ini merindu, esok memilu
dan yang aku rasakan bukan itu..

bersama merubah aku, kamu menjadi kita
bersama bertahan dikala badai
berpelukan ketika aral melintang
kita akan berbagi keduanya,
tangis dan tawa
luka dan bahagia

Aku hanya ingin bersamamu,

hingga menua, dan berakhir dengan bahagia

Bahagia yang artinya hanya kita yang tau..



temani hujan

Temani aku menikmati hujan,
Walau kita tak berpayung
Biarkan air menetes deras di kepala
Tak perlu kita berlari menghindarinya

Temani aku menyaksikan bumi menjadi basah olehnya,
Walau kita tak berpayung
Cobalah menikmati setiap tetes yang turun
Diselingi gemuruh dan kilatan petir

Temani aku menikmati hujan,
Bila ini memang tempat yang sempurna,
Aku akan sediakan secangkir teh hangat,
Dan kita akan menikmati setiap gemericik air

Hujan,
Menunggu untuk ditemani

[Sesorean,ketika berharap seseorang datang menjemput]


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.