Tanpa aku bicara, kau tau begitu saja
aku menunggu hingga kau bertanya
aku menanti, berharap kau memahami dengan sendirinya
karena aku merasa, kau tau apa yang aku rasa
Kita berbiacara dalam diam
bercerita tanpa kata
bersandar pada kesadaran bahwa kau adalah sang separuh nyawa
yang akan merasa apa yang aku rasa
Aku menunggumu,
menunggu waktu yang tepat untuk berada dalam pelukanmu
kau diam menantiku,
meyakini akan tiba masanya kita kan menyatu
Hatiku mungkin terpecah,
membelah dan terbongkah
tapi cinta yang kupunya tetap utuh
menyatu selayaknya yang tak tersentuh
Aku drupadi,
untuk waktu,untuk hati dan pekerjaanku
jangan tanyakan mengapa begitu
karena mereka tak tau
hanya kita yang tau
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
About Inda Adimadja
Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak
Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya
Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga
Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik
Inda, menyukai persahabatan
Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya
Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya
Inda, menyukai semangka dingin
Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri
Inda, menyukai laki-laki yang pintar
Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya
Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku
Inda, senang menulis
Inda, senang berbicara
Inda, sering terkena sindrome moody
Inda, hanya seorang Inda
View all posts by Inda Adimadja