Alhamdulillah

Saya bukan orang yang religius (bahkan ikut pesantren pun belum pernah) Saya tidak pernah memilih agama yang saya anut ketika saya dilahirkan,semuanya warisan orang tua.

Tapi saya mencintai Tuhan saya. Allah SWT.

Proses mencintai yang sungguh rumit, panjang dan berliku. Awalnya saya berpikir jika mencintai Allah (swt) haruslah berwal dengan titik keimanan yang ada di level tinggi, pintar mengaji, tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu, berzakat, beramal, mendengarkan ceramah dan hal-hal lainnya yang kadang belum saya lakukan sepenuhnya. Tetapi minggu kemarin, katakanlah saya mendapatkan sebuh percerahan tentang siapa Tuhan, bagaimana saya bisa melakukan pendekatan dengan cara saya sendiri, dengan titik keimanan saya belum bergeser banyak selama beberapa tahun ini. Ternyata mencintai Allah (swt) itu mudah, simpel dan tidak rumit.

Seperti halnya orang yang sedang jatuh cinta, semua menjadi indah adanya. Ketika saya menatap langit dan melihat bintang, saya merasakan bahwa Allah (swt) adalah seniman yang tau benar bagaimana menciptakan keindahan. Kemudian ketika saya mulai berjalan dan menemui seorang tua renta menarik gerobak sampah, saya merasakan bahwa Allah (swt) sangat mencintai umatnya. Ketika orang tua saya sakit, saya merasakan bahwa Allah (swt) sangat sayang kepada saya karena telah membiarkan saya menjaga mereka. Semuanya terasa hangat, tenang dan damai ketika Allah (swt) membiarkan saya menikmati semua ciptaan-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya. 

Seperti layaknya jatuh cinta juga, berkomunikasi adalah langkah pertama untuk merealisasikan cinta itu. Maka mulailah saya berkomunikasi dengan Allah (swt). Saya bercerita tentang apa yang terjadi dihari ini, saya mulai berbicara mengenai hal-hal yang ingin saya wujudkan dengan mencintai-Nya, keinginan saya untuk selalu berada didekat-Nya, dan keinginan untuk meminta-Nya untuk selalu menerangi jalan hidup saya.

Allah (swt) telah mengajari saya untuk sering berpikir positif tentang hal apapun, untuk selalu bersyukur untuk semua hal yang terjadi dalam hidup saya. Ketika hari terasa berat dan saya kelelahan memikul semuanya sendirian, saya bersandar pada-Nya. Karena saya teringat pada sebuah ayat dalam kitab suci yang berkata bahwa

Ingatlah bahwa hanya dengan mengingat Allah lah, hati akan menjadi tentram

Alhamdulillah.

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: