Memoars

Ritual yang jarang terlewatkan ketika kami berkumpul bersama.

Foto bersama di kampus.

Objek yang sama

Background yang tidak pernah berubah

Tawa yang selalu terdengar nyaring, padahal suasana kampus sangat sepi

Merunut kembali jalan-jalan yang pernah kami lalui

Begitu banyak perubahan yang telah terjadi

Nyaris sepuluh taun yang lalu kami berkumpul disini untuk pertama kalinya.

Tanpa ada kata, sepertinya kami sepakat bahwa kami menyukai kenangan ini

Kami menyukai kenangan ketika kami berada disini

Berbagi banyak hal

Apa yang terjadi kalau sepuluh tahun yang lalu kami telah mengetahui

akan seperti apa kami nantinya

Seorang kawan baru saja pulang dari membelah bumi,

mengelilingi separuh dunia dengan pekerjaannya

Padahal dulu mungkin tak terpikirkan sebelumnya.

Kemudian ada seorang kawan perempuan yang mudah tertawa,

terkadang sinis tapi lembut hatinya

Kini sedang merintis karirnya dan sepertinya dia sangat menikmati dunianya.

Kawan yang lainnya, sering kami olok-olok karena tingkah lakunya,

Sekarang telah menjadi petani dan merangkap menjadi seorang fotografer

Padahal dulu, ketika kuliah, untuk mengerjakan tugas satu saja

kadang sering diselimuti rasa malas yang luar biasa

Tapi kini, dia menjadi orang yang multi talenta.

Ada lagi seorang perempuan batak yang sangat keras

Tingkah laku, cara pikir dia kadang sangat berbeda dengan kami

Gaya bicaranya yang straight to the point, tawanya yang keras,

dan pendiriannya yang kuat membuat dia sangat dominan diantara kami

Tapi dibalik kekerasannya, dia hanyalah seorang perempuan

yang juga halus perasaannya

dan mudah mengerti perasaan lawan bicaranya.


Meski sepuluh tahun berlalu, buatku mereka tetap kawan-kawan yang sama

Tawa, genggaman tangan, pelukan hangat dan rasa untuk selalu berbagi

akan menjadi gambar yang akan aku simpan selamanya didalam hati

Didekat mereka, sepertinya begitu banyak pintu kebahagiaan yang akan terbuka

Semoga (Alhamdulillah)

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

2 responses to “Memoars

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: