A Love Letters

 

Secarik kertas aku terima darimu, tadi sepulang sekolah

Tidak ada yang berbeda dari kertas putih itu

Hanya kertas polos biasa yang dibungkus dengan amplop

Bertuliskan air mail

Sulit aku ungkapkan dimana sisi yang menjadikannya

begitu istimewa

 

Sang pengirim tidak berkata apa-apa ketika memberikannya

Tapi dari sorot matanya terlihat

Bahwa ia menginginkan aku untuk segera membacanya

Dan mengharapkan untuk segera bereaksi

 

Didalamnya ada tulisan tangan yang rapi

Ditulis dengan tinta hitam

Tulisannya begitu rapi dan mungil

Bagaikan membaca sebuah novel

Dengan cerita yang melambungkan hati

 

Ratusan kata saling terkait didalamnya

Begitu banyak kalimat yang terangkai didalamnya

Sang penulis pastilah seorang yang sedang jatuh cinta

Dia menumpahkan isi hatinya disitu

Dia sangat pandai membuat mataku untuk terus membaca

Seseorang berubah menjadi pujangga,

Ketika cinta mulai menerangi jiwa.

 

Aku tersenyum ketika membacanya,

Seperti inikah ketika seseorang jatuh cinta?

 

“Begitu banyakah rasa yang ada dihatimu,wahai pencinta..

Dalamkah sumur cintamu?

atau mungkin dangkal?

karena hanya didasari keinginan sesaat yang

diusung atas nama hati?”

 

Tidak semua bahasa yang kau utarakan dapat kumengerti,

tapi aku menyukainya karena kau sudah berbagi denganku

 

setalah surat pertama,

lalu ada surat kedua dan ketiga

hanya darimu

 

Sebelas tahun berlalu,

Surat itu masih ada dalam kotak harta karunku

Dan kertas itu telah berubah menjadi sebuah lucifer berharga

Karena dengannya,

Aku pernah memiliki surat cinta dari seseorang,

Tidak banyak kata-kata indah didalamnya,

Tapi ia memiliki kekuatan untuk menghadirkan senyumanku

untuk sebuah kenangan yang indah

 

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: