Langkah Pertama

Langkah yang terhenti
Menikmati sesaat pelangi yang hadir dihati
Mencoba mencari makna akan hadirnya 
Yang mungkin tidak akan selamanya ada
 
Kekaguman akan perubahan 
Yang diungkapan secara perlahan
dengan segenap kekuatan yang ada
melebur sepenuhnya dengan keinginan untuk memiliki
walaupun sulit untuk diwujudkan
 
banyak kata yang terungkap
menghadirkan senyum hangat ditengah malam dingin
berbagi hal kecil yang berubah menjadi indah
tanpa ada keinginan untuk berharap banyak
 
tanpa bahasa yang rumit
semuanya menjadi jelas
ada keinginan untuk menilai satu sama lain
hadir keinginan untuk mengetahui lebih banyak 
mengetahui hasrat hidup, arah langkah, dan 
apa makna akan cinta
yang mungkin akan dituai nantinya
 
masing-masing saling menjaga hati dan rasa
ada sedikit ketakutan yang dibalut rasa ingin memiliki
 
masing-masing membiarkan diri menjadi seperti adanya
ada banyak pujian yang saling terlontar 
ketika keduanya mencoba saling menilai
 
muncul rasa untuk saling menjaga,
rasa untuk selalu berbagi,
rasa untuk membuat semua keindahan tetap ada
walau hanya sementara
 
hanya sampai disitu 
tidak ada keinginan lebih untuk berharap banyak
ketakutan akan kekecewaan lebih banyak mendera
 
biarkan rasa ini tetap ada
walau pada akhirnya hanya cerita ini yang kita punya
bagaimanapun,
rasa ini terlalu berharga untuk dijadikan usang
dan akhirnya kata tanya selalu terlontar dari hati yang
kemudian terucap dari bibir
“kemana saja kau selama ini?”
 
 Tapi,
Sebentar lagi kaki akan kembali melangkah
Mencari pelangi diantara lembayung senja
Lalu,
Kebahagiaan lebih terasa ketika pelangi mengilang
Terganti pekat malam
 
Pergilah...
Senyum pernah hadir dihati kita ketika berbagi tatapan mata
Kebahagiaan datang sekejap ketika kita berbagi cerita
Dan semuanya itu akan memudahkan langkah kakimu
Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: