To Do List : Now and then

Tahun baru sebentar lagi nih
Sungguh, saya tidak pernah menganggap moment ini sebagai sesuatu yang istimewa
Buat saya, pergantian tahun hanya berarti perubahan angka, dari satu menjadi dua
Seiringnya pertambahan itu, berarti usia saya pun bertambah banyak alias tua
Namun tetap, saya menikmati dengan sangat momen dimana angka satu dipulas merah dibulan satu
Tapi artinya tidak lebih dari bisa menikmati tidur lebih banyak walau ditemani bunyi sumbang trompet yang dibuat dari kertas kalender taun kemarin

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu,todo1
Saya juga perempuan muda yang terkena imbas dari kebiasaan dari perempuan muda lainnya yang dibukukan dan dijadikan pedoman untuk menjadi sesosok gadis yang cantik sekaligus cerdas
Dan setiap akhir tahun, selalu ada edisi tahunan yang didalamnya kadang ada horoskop tahunan (panas dingin setiap membacanya-sambil berharap mudah-mudahan ketiban untung taun ini, dapet pacar ganteng misalnya), men of the year (yeah..jaman saya waktu itu anjasmara, gunawan, thomas djorgi masih jadi juara-lagi ganteng-gantengnya, sekelas nicholas saputra gitu lha kalo jaman sekarang) , dan tentunya ada TO DO LIST untuk Tahun Baru beberapa hari lagi

Terinspirasi dari situ, saya pun membuat beberapa wish list yang ditulis berjejer rapi di diary
Setiap pointnya dibuat melalui proses penggodokan yang memakan waktu berhari-hari, mana yang lebih utama, mana yang perlu, mana yang mendesak , hampir tidak jauh beda dengan list belanja bulanan setiap awal bulannya yang memang perlu dipikirkan masak-masak jika tidak ingin kebobolan dompet
Berangkat dari pikiran jika Tuhan adalah segalanya dan yang menjadikan saya ada, saya selalu menyimpannya di point nomor satu
Sama seperti Pancasila
1. Makin rajin Shalat alias ga bolong-bolong lagi (malu dongg…)
Saya malu jika saya rajin meminta banyak hal kepada Tuhan, masa tidak ada sama sekali ucapan terimakasih? jadi “terimakasih” itu disampaikan dalam doa-doa yang dimuat dalam ritual beribadah
To Do List yang mulia, pikir saya
Setelah urusan dengan Tuhan, turun satu tingkat ke masalah orang tua
2. Jangan sering-sering boongin Mamah & Papap
Maklum, hampir keseluruhan hidup saya kala itu masih tergantung kepada mereka, jadi ya kadang ada proyek fiktif untuk membiayai biaya nomat atau makan-makan bersama teman-teman, atau kadang ada manipulasi waktu dan tempat untuk menghindari kekhawatiran ibu
Ah, tapi percaya deh, mau bohong seperti apapun, orang tua kita sudah mengenal satelit GPS untuk tiap-tiap anaknya
3. Punya gebetan keren
No comment deh, maklum jaman muda
4. Melakukan dan mempelajari sesuatu yang baru
Misi dari tahun ke tahun yang selalu sama
Keluar dari zona nyaman dan melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan dan bila pernah terpikirkan pun saya tidak memiliki keberanian untuk melakukannya
Dan masih ada beberapa list lagi yang saya tulis


Entah kapan, ritual menulis TO DO LIST ini berakhir
Saya mulai bosan untuk membuat target tanpa ada keinginan untuk menjadikannya suatu yang memang harus dicapai atau dikerjakan (kecuali poin 1 dan 2, saya sadar kalau itu tidak lagi seharusnya ada di wish list tapi lebih merupakan kewajiban)
Saya mulai menjalani hidup ini tanpa target
Saya hanya mengikuti kemana hidup ini mengalir tanpa kehilangan jati diri siapa saya sebenarnya


TO DO LIST saya saat ini hanya satu


Menjadi diri saya apa adanya


Dan sepertinya sampai tahun ini, list ini belum berubah meskipun sudah saya ceklist berkali-kali di kotak yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya untuk meyakinkan bahwa saya telah menjadi seseorang yang mencoba menjadi lebih baik dari tahun ke tahun

(Posting ini tanpa titik, mudah-mudahan tidak perlu memicingkan mata dan dibaca berulang-ulang untuk mengerti apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh saya)

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: