Perempuan

Dari obrolan dengan seorang yang nampaknya ketebalan imannya semakin lama semakin menebal dan kokoh, dia memaparkan panjang lebar mengenai Poligami
Sebuah topik yang agak riskan untuk dibicarakan dengan perempuan seperti saya yang tidak setuju dengan praktek tersebut – apapun alasannya. Sepertinya saya terbentuk untuk menjadi perempuan yang akan hidup aman dan tentram apabila menjalankan hidup secara monogami, saya seorang kuda laut yang hidup hanya untuk satu pasangan selamanya.
Dia menerangkan panjang lebar menganai mengapa bisa terjadi poligami dan mengapa Allah mengizinkan umatNya untuk berpoligami

Berangkat dari Ayat dalam Surat An-Nisaa (4:3)
Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bila kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-perempuan (lain)  yang kamu sukai, dua, tiga, tiga atau empat, tetapi jika engaku takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja. Yang demikian itu lebih dekat supaya kamu tidak berlaku aniaya”
Ayat ini sepertinya dijadikan pegangan ketika seseorang akan berpoligami atau tidak

Masalahnya sekarang,
Sebagai perempuan, bisakah pasangan kita berlaku adil?mengingat bahwa kita semua adalah manusia biasa yang mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan? Bisakah pasangan kita membagi hati, rasa kasih dan sayangnya menjadi dua bagian yang sama?

Sepertinya memerlukan tingkat keimanan yang sangat-sangat tinggi untuk membiarkan pasangan kita berpoligami dan kita merasa ikhlas lillahita’ala atas perbuatannya itu

Kesetiaan sepertinya mengenal gender
Hitungan kasar, dari 3 perempuan janda yang saya temui didalam keluarga besar saya, kesemuanya ditinggal meninggal pada saat usia mereka sekitar 40-48 tahun, dalam posisi membesarkan anak-anaknya. Menikah lagikah mereka? Tidak. Alasannya secara garis besarnya mungkin sentimentil, karena cinta. Mereka memutuskan untuk tidak menikah lagi karena rasa cinta itu hanya milik pasangannya saja dan tidak mungkin untuk tumbuh lagi. Mereka berperan sebagai ibu, kepala keluarga, seseorang yang tentu saja bisa diandalkan untuk urusan rumah tangganya. Berhasilkah mereka? Alhamdulillah.
Tapi berbeda dengan laki-laki, tanpa saya paparkan panjang lebar disini, banyak laki-laki yang tidak sehebat para perempuan dalam urusan yang sama. Wallahu’alam

Kembali lagi ke masalah Poligami
Setelah saya mengetahui, bahwa ada ayat dalam kitab suci yang mengatakan seperti itu, saya tidak lagi menentang atau tidak setuju dengan tindakan orang-orang untuk berpoligami. Tapi bila Allah berkehendak, saya tidak menginginkan adanya poligami dalam kamus kehidupan saya, tingkat keimanan saya dalam hal ini mungkin tidak akan sampai pada level yang tinggi yang akan merasa ikhlas untuk melihat pasangan saya berpoligami. Insya Allah

Mengutip perkataan Habiburahman El Shirazy berikut ini
“Poligami itu rukhsah (keringanan dari Allah) saja. Seperti shalat boleh duduk bagi orang sakit. Seperti shalat jama dan qashar bagi orang yang berpergian jauh. Asal syariatnya ya monogami.Artinya kalau dalam kondisi normal yang utama tetap monogami. Jika poligami mendatangkan mudharat, bukan manfaat, hukumnya bisa makhruh, bahkan haram. Jadi tidak sembarangan. Berbuat adillah ia lebih dekat dengan taqwa, kata Allah dalam Al-Quran, dan monogami itu lebih adil jadi lebih dekat pada taqwa

Semoga Allah SWT berkenan mengabulkan keinginan saya ini. Amien

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: