Menyerah,Pasrah dan tetap bermimpi

Aku ingin hidupku berjalan tanpa ada keraguan lagi. Semua yang tertinggal ingin aku hancurkan, aku sudahi sampai semua tak tersisa lagi. Aku akan mengoyak semua tentang kau dan aku yang sudah tidak menjadi kita lagi. Aku ingin nafas yang kuhela tanpa ada lagi segenggam penyesalan mengapa tiak ada lagi saya dan kamu yang tidak lagi menjadi kami.

Aku ketakutan, kertas kita yang tidak berdua lagi telah menjadi abu, tapi aku masih menggenggamnya dalam tanganku, menjadikannya hitam arang dan kotor. Aku telah menjajaki hampir seluruh luas kehidupanmu, dan kau telah memancangkan tanda dimana perjalanan ini dimulai dan diakhiri. Tapi ternyata hidup kita berdua seperti langkah kaki kanan dan kiri, berjalan bergantian tak pernah bersama, karena ketika keduanya ingin bersama maka semua akan terjatuh dan kita berdua akan terluka

Ketika kau dan aku tak jadi lagi kita
Ketika aku bukan lagi menjadi saya
Ketika kau masih menjadi kamu

Entah apa lgi yang tersisa. Rasa rindu yang kusematkan pada angin, hilang tertiup begitu saja. Rasa cinta yang kusampaikan pada hujan tak juga kunjung datang
Rinduku terbelenggu
Cintaku tak bertuan

Meski masih ada mimpi, namun kejemuan telah mengikat hati dengan simpul mati. Walau masih ada harap, tapi tak berwujud, tak terbahasa

Ini sudah sampai puncak, dan aku sudah muak
Muak yang tak membuat aku berhenti

Mungkin rasa yang aku punya, rasa yang rasanya terlalu besar untuk digambarkan, Mungkin terlihat kecil dimatanya

Ketahuilah…

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: