Anak Jaman Sekarang

Terdengar familiar?
Yeah.. Dulu waktu ibu atau bapa bilang gitu, dipikiran saya hanya satu = SIRIK! Dari mulai gaya berpakaian, bahasa yang dipakai, sampai polah tingkah laku ketika berpacaran sering mereka komentarin. Dalam hati, kenapa sih? apa yang salah kalau nyeleneh dikit?Pembelaan yang paling ampuh adalah “Orang kan beda-beda bu, pak..masa iya semua harus seragam?bosen dong!” Dan perdebatan mengenai perbandingan jaman ibu dan bapak waktu muda dengan jaman muda saya dan kakak-kakak saya pun dimulai. Walau kami kadang menentang, toh doktrin itu tetap menempel didalam kehidupan kami sebagai anak-anak yang masih sangat-sangat tergantung untuk banyak hal.
Dan sebagai pembalasan kecil-kecilan, kami jadi sering melakukan beberapa trik. Bapak melarang anak-anak perempuannya untuk menggunakan baju yang minim (tanktop : read) , saya dan teteh mengakalinya dengan menggunakan Jaket, setelah keluar rumah, baru dibuka – walaupun malu dan takut masuk angin, prinsip yang dipegang saat ini cuma satu : Yang Penting Gaya. Ibu melarang anak-anak perempuannya untuk pulang malam, pulang lebih dari jam 10 malam, berarti siap-siap melihat ibu menekuk dalam-dalam mukanya selama seminggu dan yang paling bahaya adalah uang jajan kami disunat. Setali tiga uang dengan kakak saya yang laki-laki – Aa – , ibu dan bapak melarang untuk memangkas habis per mobil Kijang D 509 DF kesayangan kami sekeluarga , atau bahasa kerennya jaman saya dulu adalah “ceper”. Aa harus menunggu Ibu dan Bapak berangkat ke Haji untuk mewujudkan mimpinya. Siang hari, Ibu dan Bapak pergi ke Asrama Haji, Malamnya kami nangkring di depan SMA 1 Dago dengan si Kijang ceper yang ternyata sukses bikin Aa jadi pemilik Kijang ceper yang mungkin paling keren saat itu (Padahal sungguh, rasanya seperti naik mobil dengan ban berbentuk kotak. Keras banget dan tanpa ada enak-enaknya sama sekali). 40 hari saja bertahannya. Bapak dan Ibu pulang, si Kijang kembali pada posisi awal. Kepopulerannya surut oleh ketakutan dimarahi ibu dan bapak.

Dan ternyata sekarang saya mengalami mengatakan seperti yang Ibu dan Bapak katakan itu

Kemarin, waktu saya mengantar keponakan nonton Madagascar di bioskop sebuah pertokoan, saya mendapati dua orang perempuan muda yang menggunakan celana pendek yang mungkin hanya layak digunakan didalam kamar tidur saja. Pendek banget. Ditambah tanktop yang sangat low-low-low cut ditutupi oleh jaket. Hebat! perlu berapa kayu putih untuk melindunginya dari angin untuk menggunakan pakaian seperti itu?
Dan ternyata busana aneh juga didominasi oleh laki-laki. Celana panjang merosot yang mempertontonkan celana boxer juga ternyata sedang tren, ditambah rambut poni yang sungguh membuat saya gatal untuk memberinya jepit.
Lalu ketika duduk di lobby, didepan saya ada pasangan muda-mudi yang sedang asyik-asyik berfoto berdua menggunakan hp. tanpa ragu, si perempuan menempelkan bibirnya di pipi si laki-laki dan untuk pose kedua, sang pria menempelkan bibirnya dirambut perempuan itu. Wah, film nya dimulai dari lobby nih, ekstra nya kali ya? Keponakan saya melongo melihat mereka dan akhirnya saya mengajaknya jalan-jalan, daripada saya diberondong pertanyaan kenapa begini kenapa begitu dari dia ketika melihat adegan yang seharusnya ada tulisan PG (Parental Guide) itu?

Wah, anak muda jaman sekarang..

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

One response to “Anak Jaman Sekarang

  • ruparuparumpi

    Wakakakak…padahal usia kita nggak jauh beda sama mereka kali ya?

    Tapi emang, jaman sekarang, orang menjadi lebih cepat “matang” sebelum waktunya.

    Mereka, sudah berani melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang usianya lebih tua.

    Dan kita? sudah merasakan sesuatu yang seharusnya baru kita rasakan beberapa tahun mendatang.

    Hahahaha, ternyata cuma satu yang saya prihatinkan. Kok saya tambah tua ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: