Berjalan perlahan, menikmati angin, duduk terdiam

aloneMalam ini aku berjalan lagi sendirian
Entah apa yang dicari,
Menyebut nama angin ketika mereka bertanya kemana aku hendak pergi
Sejenak aku menarik diriku dari himpitan hidupku kali ini
Bosan?
Tapi entah hal apa yang membuatku merasa bosan
Aku selalu menyukai rutinitas, aku menikmati pengulangan dalam banyak hal
Tapi kali ini

….aku merasakan yang berbeda

Ada yang berubah dengan inda-inda kecil didalam hatiku
Tiba-tiba saja, aku tak lagi menyukai matahari pagi
Sore yang berwarna jingga tak kuasa lagi membuat langkahku menjadi ringan
Angin bertiup kecang dan gerimis datang dipagi hari membuat aku tersenyum
Aku bertepuk tangan ketika hujan hadir di siang hari
Dan dalam hati aku mengucap syukur, ketika langit mendung gelap menjadi bayangan di sore hari

Saat ini pun,

Aku berjalan perlahan, membiarkan air hujan sisa hujan tadi sore yang menempel di dedaunan pohon rindang, jatuh dan membuat rambutku menjadi basah. Aku menikmati cipratan air di jalan ketika mengenai kakiku yang bertelanjang tanpa alas. Angin membantuku menikmati secangkir penuh kopi panas. Duduk di kursi besi yang sama dinginnya dengan udara malam ini

Aku, begitu menjemukan

Duduk terdiam
Hanya menikmati sesekali orang yang berlalu lalang
Mengamati apa yang membuat mereka tertawa, apa yang menjadikan mereka terlihat menikmati kehangatan diantara dinginnya malam. Bahagiakah mereka dengan tawanya itu?
Mengapa aku begitu perduli dengan mereka semua?

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

One response to “Berjalan perlahan, menikmati angin, duduk terdiam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: