Self Healing

Semalam, saya mengeluh migren
Pelipis saya terasa menegang, leher juga kaku, dan yang pasti saya lebih grumpy dari biasanya
Saya mencoba mencari asal muasal penyakit menyebalkan ini, dan terpidananya adalah tentu pekerjaan di kantor
Akhir-akhir ini box yang berisi setumpuk pekerjaan yang harus saya bereskan tidak pernah surut, bahkan semakin menggunung. Satu selesai, dua tugas datang. Dua selesai, tiga pekerjaan menunggu. Begitu terus.
Konsentrasi mudah hilang jadinya. Saya yang pelupa, ketika pekerjaan menumpuk, menjadi saya yang pelupa kuadrat.
Boss saya tadi pagi kirim e-mail, yang isinya “Inda, bla…bla..bla…. I’m waiting” Ya ampun, kemarin sore saya lupa reply e-mail dari dia.
Ditambah minggu ini ada penilaian kinerja saya (yang entah nantinya berpengaruh kemana) , kecerobohan jadi nama tengah saya minggu ini. Jadi apapun hasil penilaian itu nantinya, saya pasrah.

Dan ketika saya selesai makan malam, sesi curhat dimulai melalui pesan singkat
I : Seharian ini gue kerjaannya ngomel mulu, otak gue penat.
B: Kenapa emang?
I: Gue juga ga ngerti. Bawaannya pengen marah-marah mulu
B: Stress kali. emang kerjaan lagi numpuk ya? wajar lah..gue juga kadang gitu
I: Mungkin, tapi kayanya kalo stress masih jauh deh. Energi negatif lagi merajai hidup gue nih
B : Heu? tenang atuh. Pelan-pelan dicari tau kenapa lu bisa penat kaya gini
I: Kayanya gue lagi bosen banget
B: Kalo itu sih, gue ga bisa bantu. Gue juga lagi ngerasain yang sama
Cobain buat senyum, lama-lama hati lu bakalan ketawa ringan. Siapa tau nolong
I: Gada yang bisa bikin gue ketawa dari tadi siang. Kalo lu lagi penat, lu ngapain?Ngerokok ya?
B: Kadang
I: Nolong?
B: Kadang
I: Gue mau coba boleh?
B: Saran gue sebagai orang yang udah tau rasanya, JANGAN! rokok cuma pelarian doang buat orang yang kebingungan
I: Termasuk elu?
B: Perlu gue jawab?.. Mendingan lu self healing nda, cari tau apa yang bikin lu penat. Rasa marahnya jangan dilawan, jalanin aja. Istirahat mungkin bikin lu merasa lebih baik walau itu ga menyelesaikan masalah

stop1

Penyembuhan diri saya sendiri

Saya perlu tau apa sebenarnya yang tengah saya alami saat ini, pikiran apa yang bersembunyi dikepala saya, dan bagaimana mereka bisa datang, tiba-tiba menguasai seluruh pikiran dan memberikan efek yang buruk?
Mungkin saya perlu menyeimbangkan lagi semua komponen yang ada didalam tubuh saya untuk lebih sering terjadinya keharmonisan dalam setiap aspek kehidupan.
Berhenti membenci, berhenti menyakiti
Berhenti bingung, berhenti membingungkan
Berhenti untuk takut, berhenti untuk merasa tidak berdaya

Ikhlas, mungkin itu kata kuncinya

Hidup untuk dijalani, bukan untuk disesali

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: