Monthly Archives: February 2009

lagu kojo-nya inda

dijamin halal pasti ngelamun..


Lazy February

Bulan ini Otak saya mengkeret, menciut dan anti berkembang.
Berkali-kali dicelupin ke minyak tanah tetap enggan berubah bentuk. Distimulus dengan banyak hal untuk lebih pintar membaca, tulisan dibukunya malah jadi betumpuk-tumpuk dan membuat pening. Diajak untuk menulis, yang biasanya ampuh mengusir kejenuhan, berkali-kali hanya sampai¬† satu atau dua kalimat pertama. Seterusnya? ga jelas juga..atau malah kadang berubah jadi amnesia dadakan.’eumm..tadi mau nulis apa ya?lupa..’

2501809698_41020386a2Dan kemalasan adalah jamur yang tumbuh didekat saluran air
Sporadis

Malas menjalar, meracuni inda-inda kecil yang saya pupuk dalam hidup saya selama ini
Ketika ‘sehat’, saya memberi mereka vitamin agar selalu bersemangat, memberikannya makanan yang sarat akan gizi baik untuk selalu berpikir positif, selalu mengajaknya rekreasi agar mereka dapat selalu merasa bahagia.
Dan ketika ‘sakit’ seperti ini, inda-inda kecil berpuasa meminum vitaminnya, makanan junk food jadi menu sehari-hari dan mereka memilih tidur ketika diajak jalan-jalan.

Posisi tubuh saat ini sarat akan gambar kemalasan yang sempurna
Kedua tangan terlipat rapih didepan dada
Kaki kesemutan yang dipaksa duduk bersila
Rambut kusut yang belum menyentuh lawannya yang bernama sisir
Mata kemerahan, campuran antara kemalasan dengan ngantuk yang dipaksa datang
Pakaian usang yang mengatasnamakan kenyamanan

Jika ada ‘obat’ untuk memulihkan penyakit menjalar ini, tentulah akan saya minum banyak-banyak
Obat yang mampu bekerja tuntas, dari muara kemalasan ini sampai di akhirnya

Tapi,

Kadang saya berada diposisi yang tidak memungkinkan untuk terus mengelus malas terus menerus
Sebagai seorang yang hidup dan melakukan perjalanan hidup, saya dituntut untuk tetap semangat (semangattt!! mode : on ) menjalani keseharian saya
Malas hanya akan memperpendek langkah saya menuju tujuan yang masih jauh ini

Ayo Semangat, Inda..

Istirahatnya jangan kelamaan


just think..dan tidak usah dijawab

Waktu teman saya yang tukang gambar bilang ‘gue ga mau selalu ada dalam zona nyaman gue’ saya sedikit bertanya-tanya juga. zona nyaman buat saya berarti tempat, suasana atau keadaan yang membiarkan diri saya menjadi diri saya seutuhnya, tanpa harus memikirkan banyak hal tentang apa yang terjadi disekitar saya. dan ketika teman saya berkata seperti itu, saya bertanya balik ‘memang apa yang salah?’
‘Jadi gini Ind, menurut gue, kalo kita selalu ada dalam zona nyaman, kita gakan berkembang. Otak kita gakan mikir, mereka gakan dipaksa untuk bikin sesuatu yang lebih baik. Kalo dalam kasus gue, kreativitas gue mentok, akhirnya hasil kerjaan gue jelek’

Hmmm..OK

Comfort Zone akan berpengaruh pada hasil karya?

1519872719_93a41ad212


well done

cinta ternyata bisa berhenti, berakhir dan usai
terseret ketidakmampuan untuk merubah diri menjadi seseorang yang diinginkan
terhempas dalam hilangnya kepercayaan akan keinginan untuk menjadi yang lebih baik
cinta tak lagi mampu menopang kerapuhan itu
hanya menggeliat sebentar dan kembali terjatuh

cinta ternyata hanya sementara, tidak abadi dan rapuh
saat keadaan tak lagi sejalan dengan kemampuan untuk berubah
ketika harapan terlalu berlebih untuk segera diwujudkan
cinta tak lagi maju sebagai perisai
hanya sebagai lapisan luar yang mengatasnamakan hidup

ketika dengan menyebut atas nama cinta, mereka bertanya ‘kemana rasa itu pergi?’
rasa yang pernah mereka sanjung bersama,
rasa yang mampu menembus segala rintangan dan perbedaan
rasa yang selalu memberikan kekuatan lebih dari segalanya
ternyata kini rasa itu hanya bisa terdiam, dan menatap nanar

Nyatanya, cinta itu hampa tanpa ada keinginan untuk selalu bersama
Ternyata, cinta itu hanya bualan ketika kita tak memperjuangkannya untuk selalu tumbuh
dan akhirnya, Cinta hanya kata Cinta ketika kita tidak lagi menginginkannya

Tak perlu kau menyanjung cinta,
karena pada akhirnya ternyata cinta yang akan mengakhiri segalanya

(To : Donny, my best Friend ever.
Sabar ya sob..)


ToWB # 1

Ksatria kecil mulai merasa jengah berada diantara kehidupannya,
mencoba menggeliat, mencari jati diri yang mungkin tak pernah terlambat untuk didapatkan
Menginginkan apa yang dimimpikannya selama ini, mencoba menggenggamnya sendiri
Ketika ia mulai bersuara dan menginginkan semua itu dengan sepenuhnya,
ia hanya mendapatkan dilema

Langkahnya menuju dunia yang selama ia cari, terhenti
Tak kuasa untuk bersuara, ia kembali menjalani sesuatu yang tak lagi disukainya
Mencoba menjadi dirinya sendiri diantara kepungan kepalsuan
Tetap pada berjalan, walau ia kembali menunda mimpi yang telah lama diinginkan untuk menjelma menjadi nyata

Ksatria kecil dengan hati gelap
Hidup untuk dirinya sendiri, walau tidak sulit untuk berbagi
Menjalani hidup saat ini dengan menggunakan topeng
Yang menutupi dengan sempurna apa yang seberanya ada dihatinya
Yang kuasa memberkatinya dengan pancaran wajah yang selalu sama
walaupun pada saat ia ingin berteriak, wajahnya tetap tersipu-sipu

Wahai Ksatria kecil,
Tunggulah waktu
Pada saatnya, itulah bagian untukmu
Bersabarlah,
Karena mimpi itu akan menghampirimu
Percayalah padaku
Karena aku tau

(For TowB’s Owner, Manusia Inspirasional)


Cinta, Hanya Itu

Hari ini, aku membaca buku. Buku yang hanya ada kata kalimat yang terbujur kaku
Buku ini bercerita tentang puisi, puisi cinta yang membuatku jemu
Mengapa selalu cinta yang diramu
Cinta yang naif, Cinta yang hanya digenggam sendiri, atau mungkin cinta yang terburu-buru

cinta ialah api yang membakar namun kasat mata

Cinta hanya sebuah bentuk keegoisan yang tak berkesudahan
Banyak dari aku berusaha mendefinisikan apa itu cinta yang sebernarnya
Bagaimana cinta dapat memiliki dua wajah dalam satu waktu
Ketika cinta dapat membuat hati membuncah, dan diam-diam cinta siap menikam

ialah luka yang memedihkan namu tidak terasa

Berapa kali kau terluka karena cinta tapi tetap bertahan
dan bersikukuh jika luka itu hanya akan ada untuk sementara
Percaya bahwa cinta jua yang akan menyembukan semuanya
dan kau kembali menyusun keinginan yang baru atas nama cinta

ialah bahagia yang tidak memberikan rasa bahagia
ialah luka begitu dalam namun tanpa pedih

Semua mengagungkan cinta,
seolahnya adalah bentuk yang mulia, gambaran sempurna dari suatu keindahan
alasan untuk hidup, akhir dari sebuah perjalanan panjang
titik awal dari nafas yang dihela, rasa yang dikecup ketika akhir masa

Cinta, hanya itu
Sedikit bahasa yang menjabarkannya
Ketika pujangga berbicara tentang cinta, ia hanya mengigau
Ketika semua menyanjung cinta, kita hidup dalam kebohongan
Cinta, sampai situ
Harapan yang dibuat melambung dari kenyataan

Cinta,

ialah tak ingin yang lain selain menyayangi

ialah sendirian berjalan diantara keramaian

ialah tak pernah puas akan kepuasan,

ialah memikirkan kemenangan dalam kekalahan

ialah ingin terbelenggu dengan rela

ialah mengabdi pada yang menaklukan

ialah setia pada yang membunuh kita

(Luis Vaz De Camoes)


apalagi yang bagus,Ind?

Hampir setiap hari, mungkin- karena saya tidak menghitungnya dengan pasti, ada seseorang yang mengirim pesan pendek kepada saya. Kadang isinya panjang lebar, berceloteh mengenai banyak hal. Tapi tak jarang juga, dia hanya mengirim beberapa kata saja. Tapi untuk menjawabnya, saya mencarinya sampai kemanapun.

Apa yang bagus-bagus, Ind?

Tanpa ada kesepakatan  sebelumnya, kami saling bertukar informasi tentang banyak hal. Tanpa ada paksaan untuk menjawab pertanyaan itu, tapi cukup kuat untuk menggerakan untuk mencari apalagi yang bisa dibagi.
Banyak yang kami bagi, dimulai dari kegemarannya memelihara Ikan Koi sampai kegiatan Yoga saya (yang sekarang terhenti..hieks).
Kadang apa yang menjadi perhatiannya, belum pernah saya sentuh sama sekali.
Kadang apa yang dia bicarakan, saya mentahkan lagi. Apa yang dia katakan, saya bereaksi dengan menggeleng cepat. Tapi pada akhirnya, pemikiran saya mengenai hal ini menjadi berubah. Tidak setuju 100% persen dengan yang ia katakan, tapi pada dasarnya saya paham apa yang ia ingin sampaikan dan sungguh hal tersebut membuat pikiran saya terbuka.
Jadi, menurut saya bila kita ingin menambah pengetahuan dengan cara yang tidak terlalu rumit, cukup saja berkata
Apa ya yang lagi bagus-bagus akhir ini di dunia?
Dan dimulai dari situ lah, pengetahuan mulai mengalir dengan cara yang lebih “light’ seperti yang saya bilang tadi.

Selamat Mencoba

PS :

Apalagi yang bagus-bagus, Ars?