Cinta, Hanya Itu

Hari ini, aku membaca buku. Buku yang hanya ada kata kalimat yang terbujur kaku
Buku ini bercerita tentang puisi, puisi cinta yang membuatku jemu
Mengapa selalu cinta yang diramu
Cinta yang naif, Cinta yang hanya digenggam sendiri, atau mungkin cinta yang terburu-buru

cinta ialah api yang membakar namun kasat mata

Cinta hanya sebuah bentuk keegoisan yang tak berkesudahan
Banyak dari aku berusaha mendefinisikan apa itu cinta yang sebernarnya
Bagaimana cinta dapat memiliki dua wajah dalam satu waktu
Ketika cinta dapat membuat hati membuncah, dan diam-diam cinta siap menikam

ialah luka yang memedihkan namu tidak terasa

Berapa kali kau terluka karena cinta tapi tetap bertahan
dan bersikukuh jika luka itu hanya akan ada untuk sementara
Percaya bahwa cinta jua yang akan menyembukan semuanya
dan kau kembali menyusun keinginan yang baru atas nama cinta

ialah bahagia yang tidak memberikan rasa bahagia
ialah luka begitu dalam namun tanpa pedih

Semua mengagungkan cinta,
seolahnya adalah bentuk yang mulia, gambaran sempurna dari suatu keindahan
alasan untuk hidup, akhir dari sebuah perjalanan panjang
titik awal dari nafas yang dihela, rasa yang dikecup ketika akhir masa

Cinta, hanya itu
Sedikit bahasa yang menjabarkannya
Ketika pujangga berbicara tentang cinta, ia hanya mengigau
Ketika semua menyanjung cinta, kita hidup dalam kebohongan
Cinta, sampai situ
Harapan yang dibuat melambung dari kenyataan

Cinta,

ialah tak ingin yang lain selain menyayangi

ialah sendirian berjalan diantara keramaian

ialah tak pernah puas akan kepuasan,

ialah memikirkan kemenangan dalam kekalahan

ialah ingin terbelenggu dengan rela

ialah mengabdi pada yang menaklukan

ialah setia pada yang membunuh kita

(Luis Vaz De Camoes)

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: