Papap Sakit

Ayah saya (Papap : read) sakit
Berita ini saya dapat dari pesan singkat dari ibu pada hari Jumat kemarin,
lengkapnya seperti ini
yang, papap sakit. Tadi dianterin pulang sama orang kantor. Harusnya dirawat dirumah sakit, tapi papapnya ga mau”

dan meleleh lah air mata saya
campuran antara panik, takut dan bingung

selama ini ayah saya adalah seorang laki-laki yang sangat-sangat menikmati hidupnya
tidak ada pantangan makanan, masih doyan jalan-jalan pakai motor dengan sahabatnya, dua kali seminggu menjadi pemain tenis yang mendadak profesional.
Kalaupun sakit, biasanya hanya flu, batuk atau sakit telinga (info : ayah saya pernah kecelakaan dan dihadiahi penyakit permanen di telinganya).
Ayah dan kami sekeluarga alergi dengan rumah sakit. sebisa mungkin uang yang kami punya menjadikan kami jauh dari sakit dan menginap di rumah sakit.
Lemas rasanya mendapatkan berita seperti itu. saya pikir ini fatal, sampai harus dirawat di rumah sakit segala. Pikiran saya bercabang kemana-mana, kerjaanpun jadi terbengkalai, entah apa yang saya kerjakan dan berapa banyak kesalahan yang saya buat. Panggil saya tidak profesional, tapi apa daya?

Sepulang kerja, dan setelah sampai dirumah, saya mendapati ayah saya tertidur mengenakan piyama, dengan baju hangat dan kaus kaki, meringkuk di kursi didepan tv. Tiba-tiba saja ayah terlihat tua lebih daripada yang biasanya.
Ayah saya kelelahan, banyak yang ada dikepalanya sehingga memaksa aliran darah untuk bekerja lebih keras dan cepat daripada biasanya dan jadilah tensi darah meningkat, kepala pusing, badan kesemutan, dan kata-kata yang paling ditakuti datang, Serangan Jantung Ringan.
Ayah harus bedrest secara keseluruhan. Mungkin artinya sama dengan istirahat fisik dan istirahat pikiran.

Sekarang, seisi rumah sibuk dengan adanya pasien baru yang menuntut situasi yang tenang, dan bebas gangguan
Telepon rumah dicabut, biar ga brisik
Keponakan dilarang keras main bola di garasi, biar abah nya bisa tidur tenang
Ibu dituntut untuk memasak makanan yang menunya aman untuk orang yang berpenyakit hebat itu

Tapi, sebagai manusia yang percaya bahwa Tuhan telah menggariskan ini dalam kehidupan kami
Tuhan sangat sayang kepada kita semua,
dengan membiarkan ayah untuk beristirahat dari kesehariannya sejenak
dengan membuat kami menyadari bahwa kami semua saling memiliki

healthDan untuk semuanya, yang terkadang tidak peduli dengan nikmat kesehatan yang ia miliki
Percayalah bahwa tubuh yang kita miliki bukan milik kita seorang
Tapi juga milik orang-orang yang kita sayangi dan mereka yang menyayangi kita
Jadi, tolong dijaga kesehatannya ya 🙂

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: