3 Cinta 1 Pria

Minggu ini, saya membaca buku Arswendo Atmowiloto
Tidak menyengaja, ataupun terpikirkan sebelumya untuk membeli buku ini dan membacanya
Senang rasanya mendapatkan buku ‘lokal’ diantara gempuran buku-buku terjemahan yang hampir mendominasi rak-rak di toko buku

Ceritanya tentang laki-laki bernama Bong,
Tipikal laki-laki yang nyeni, serampangan tapi sangat menyakini apa yang ia percayai
Konsep hidupnya yang ringan, tanpa beban dan mengalir apa adanya menarik dia dalam kisah cinta dengan Keka,Keka Kecil dan Keka Siang. 3 Cinta – Ibu, Anak dan Cucu- dengan 1 Bong

arswendo

Dibelakang bukunya ditulis NOVEL DEWASA
dan memang didalamnya banyak terdapat kata-kata yang diperuntukan untuk orang yang (mengaku) sudah dewasa
seks ditulis dengan bahasa yang indah tidak lagi terdengar menggelikan tapi sebagai suatu yang memang telah menjadi bagian dari setiap kehidupan mahluk yang bernafas
kata-kata cinta dan kata-kata sayang diumbar tapi tidak menjadikannya murahan atau picisan, karena akhirnya saya menyadari bahwa sebagian dari kita memerlukan simbol dan pengakuan
cinta bisa sama indahnya ketika dihadirkan dengan bahasa yang vulgar ketika kita mempercayai keberdaannya

Setiap chapter, diawali dengan tulisan yang penuh dengan kiasan
diawali dengan bahasa tulus yang kadang tidak kita sadari sebelumnya
atau bahkan dengan kata-kata yang awalnya mendapat penyangkalan, pada akhirnya kita akan mengamininya

Hanya orang yang paling kamu cintai yang bisa membuatmu patah hati.
Itulah Harmoni

Percaya deh,
buku Sastra Lokal ga selalu menjemukan dibanding dengan novel-novel terjemahan
Malah justru lebih memperkaya bahasa kita, ‘menggemukan’ pemahaman akan sastra lokal dengan bahasa ibu
dan buku ini buat saya menyenangkan
Satu lagi, ada tulisan nakal didalamnya,coba tanya kepada diri sendiri, setuju ga?

Bedanya suami dengan kekasih adalah kekasih bisa dengan mudah berubah menjadi suami, sementara suami susah menjadi kekasih

Untuk bisa merasakan perbedaan itu, satu-satunya jalan adalah memiliki suami dan kekasih

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: