skenario yang salah

Cerita yang diharapkan akan berlanjut bukan seperti ini
Ini seperti lakon dari skenario yang terlalu banyak diimprovisasi
Banyak kebetulan-kebetulan yang akhirnya diamini saja perlakuannya dengan mengatasnamakan situasi dan kondisi yang memungkinkan
Mulanya tidak ada yang menyangka bahwa cerita akan bergulir sampai disini, menggelinding selaksa bola salju yang terus membesar ketika berjalan menuruni bukit

Ini dipercayai akan menjadi masalah jikalau tetap diteruskan
Ada pertentangan yang diyakini harus diselesaikan walau semuanya tak ingin berakhir

Ini masalah hati dan pikiran
Masalah perasaan dan logika

Dan peperangan pun dimulai

Battle to Win
Dan kali ini, Pikiran dan Logika harus menjadi pemenangnya

Entah bagaimana caranya, namun percaya saja bila semuanya ingin berjalan dengan baik dan berakhir dengan selamat, hati dan perasaan harus mau mundur, teratur atau secara paksa
Hati kadang menutupi sumber pikiran, memberhentikan arus deras kata logika yang sebenarnya menuntun jalan kearah yang baik
Perasaan sama sulitnya untuk dibendung, selalu ada kata “tapi” yang merajai, ada kata “kalau” yang membuat galau, dan selalu ada kata “mungkin” yang sulit untuk diredam

Keduanya bersekongkol membuat diri menjadi seseorang yang yang sulit untuk menolak, sulit untuk berkata tidak, dan bisa saja berbuat apa dengan pikiran yang hanya terbatas beberapa langkah saja
Ketika logika akan maju, yang artinya perasaan dikorbankan, maka rasa sakit yang akan didapatkan.
Langkah yang diinginkan dan langkah yang perlu dilakukan-atas nama kebaikan- selalu bersebrangan jalan.
Perasaan ingin membuat senyum kesenangan tapi logika berkata ini tidak bisa diteruskan

Hati berbisik bahwa ini perlu untuk kebahagiaan tapi pikiran berkata bahwa ini akan membawa petaka yang tak berkesudahan

Dan ini selalu tidak mudah
Untuk dimulai, dilakukan dan dijalani

Tapi seperti yang dikata,

Walau mungkin ini terlalu awal dengan mengabaikan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi
Peperangan akan dimulai

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: