Monthly Archives: April 2010

dia lagi

ada dia lagi,
yang selalu ingin tau ada apa dengan kita
dia sempat berkata bahwa kau bukan lagi dunianya
tapi mengapa ia selalu menempatkan kau di cawan kaca
untuk ia taruh di miskroskop hidupnya

ada dia lagi,
yang selalu berkata telah rela kehilanganmu
tapi pada saat yang bersamaan dia memasang banyak mata
untuk selalu melihatmu, mencari celah
dimana ia akan memakainya sebagai kesempatan

ada dia lagi,
yang tak pernah menganggapku ada
memandangku hanya dengan sebelah mata
yang pada satu titik ia tak menghargai keberadaanku

wahai engaku,
aku takan memaksamu untuk menjauh dari hidupnya
aku hanya akan memintamu untuk bertanya lagi pada hatimu
benarkah perasaanmu?
sebuta itukah cintamu?

aku hanya perempuan biasa,
yang ketika memiliki cinta, akan menjaganya
cintaku mungkin egois
tapi cinta yang kupunya, hanya milik ku
dan sampai kapan pun aku takan membiarkan siapapun merebutnya.

dan tolong kau ingat,
bahwa kau pun hanya perempuan,
seperti aku.

(note setelah menemukan lagi nama perempuan itu)

Advertisements

6.46 petang

Kata yang paling aku takuti,
Sendiri

Sendiri ditengah keramaian
atau sendiri membeku ketika aku hanya seorang
terdengar gelak tawa,
dan aku hanya dapat menatap nanar
Sungguhkah itu tawa?
atau hanya alunan suara yang dibuat seolah menyenangkan?

Apatis

Sendiri
diantara alunan lagu yang mendayu
memandang hampa ramainya kota
dan aku hanya dapat berbicara pada angin
Sungguhkah aku merasakan sepi?
Terbunuh oleh pikiranku sendiri, selayaknya aku akan mati perlahan disini

Skeptis

Sendiri
Ketika mereka ramai
Sepi
Diantara lampu berwarna warni
Hening
Dikala suara keras bernyayi

Lihat aku disini,
Duduk di tengah keramaian
Memilih untuk menyepi diantara keriaan

Aku menunggu,
Untuk tidak sendiri lagi

Tapi sepertinya,
waktu menghendaki lebih lama lagi
dunia berputar perlahan
kala enggan beranjak
hidup dalam helaan nafas yang pendek

Aku sendiri,
Dan aku tak kuasa tuk menolak

(Note @ Starbucks 060410)