aku dan kita

aku mengalah bukan karena aku merasa kalah
tapi karena aku membiarkan kita berdamai

aku meminta maaf ketika kau yang salah
bukan karena aku ingin semua masalah cepat selesai
tapi karena aku membiarkan kebesaran hatiku membesar

aku diam bukan karena aku bodoh
tapi karena aku perlu mencerna sebelum aku berkata

aku membiarkan kau mengendalikan perahu ini sampai bersauh
bukan karena aku tidak memiliki kendali
tapi karena aku menghormatimu sebagai imamku

aku membiarkan kau menjadi sesosok yang tak pernah mau berubah
bukan karena aku tak kuasa untuk melakukannya
tapi karena aku mencintaimu seperti apa adanya

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

One response to “aku dan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: