menunggu hujan

diam,
duduk tak bergerak
memandangi jendela yang membingkai matahari
tatapan yang terlihat kosong
namun sebenarnya menunggu

menghela nafas,
masih tetap terdiam
kali ini ia tak menginginkan angin
walau lebut terasa menerpa
tak akan bisa menikmati seperti biasanya

walau tampak tak jelas,
sepertinya langit berubah warna
dalam hati berucap semoga jingga tak datang kali ini
biar saja warna gelap yang hadir
semoga saja warnanya menjadi abu

dan angin tak lagi berhembus semilir,
hati mulai bangkit dari duduknya,menunggu kabar baik
dan nyata, angin bertiup beradu dengan ruang kosong
awan kelabu datang bersama butiran air,

dan ia mulai berhitung
satu
..dua
dan datanglah yang ia tunggu
hujan
…tik..tik..tik..

ia berlari keluar rumah tanpa alas kaki
menantang awan untuk menurunkan semua air yang ia miliki
agar ia memiliki alasan yang tak mereka ketahui
ia perlu menangis
tapi hatinya tak mengizinkan mereka melihat air mata

dan kini hujan datang ditemani petir
ia makin menggila
ia perlu berteriak tanpa harus didengar oleh siapapun
ia ingin mengerluarkan amarah tanpa harus mereka tau

ia pun terduduk,
bersimpuh di tanah
jangan salahkan air hujan yang mengalir bercampur dengan airmata
jangan pertanyakan mengapa petir kali ini menggelegar lebih keras
karena bercampur dengan teriakan amarah

tak menyelesaikan semua permasalahan
hanya sepertinya rongga hati melebar
siap menampung lebih banyak, yang entah apa

setelah senyum hadir saat menatap langit
ia berjalan perlahan membuka pintu
dengan tubuh yang kuyup dan suara yang parau
life, i’m back

 

Advertisements

About Inda Adimadja

Inda, frekuensi tertawa dan menggertunya sama banyak Inda, perempuan yang tergila-gila oleh langit,angin,matahai dan isinya Inda, menikmati hidupnya dengan jalan-jalan bersama keluarga Inda, memilih diam di rumah dan membaca di hari minggu yang terik Inda, menyukai persahabatan Inda, mencintai Tuhan dan Rassul nya Inda, menyayangi ayah,ibu,kakak,dan keponakannya Inda, menyukai semangka dingin Inda, sedang belajar mengenal Tuhan nya dengan caranya sendiri Inda, menyukai laki-laki yang pintar Inda, mudah tersinggung semudah senyum yang hadir dipipinya Inda, tidak keberatan dompetnya kosong untuk membeli buku Inda, senang menulis Inda, senang berbicara Inda, sering terkena sindrome moody Inda, hanya seorang Inda View all posts by Inda Adimadja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: