Category Archives: A Place called Earth

my country, my heart

Sering mendengar cercaan, cibiran atau hinaan tentang negara kita sendiri?
Pasti
Datang dari mulut rakyat negeri tetangga atau bahkan rakyat negeri kita sendiri?
Sering terjadi
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang dihuni oleh banyak orang-orang ajaib, ditinggali oleh orang-orang yang jahat, dan dijajah oleh penduduknya sendiri
Negara tempat saya tinggal ini banyak dihuni oleh manusia-manusia pintar
Tapi hanya sedikit saja yang berkeinginan untuk membangun negara ini menjadi lebih baik
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang ditempati oleh beraneka ragam macam manusia dengan rupa, bentuk yang berbeda, dan berlainan tabiatnya
Perbedaan dianggungkan sebagai suatu yang mutlak dan indah adanya
Tapi yang terjadi, perbedaan justru adalah sumber dari banyak petaka yang terjadi
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang terhampar luas, daratan yang membentang juga lautan yang membirukan langit dan hutannya
Kekayaan ini dikata orang seharusnya dijadikan sumber segala penghidupan di negara saya
Tapi yang terjadi, keserakahan menghentikan niat itu dan dibuatnya jurang pemisah antara aku dan dia, antara kita dan mereka
Karena bagaimanapun,
Ini rumah saya
Rumah yang telah berbagi kehidupan
Rumah yang akan saya jadikan tempat tujuan pulang
spaceball3012181116_6e01188a1e
Kadang saya hanya menginginkan negara ini tetap ada pada saatnya tiba
Negara yang memang bukan negara hebat tapi begitulah adanya
Advertisements

Monolog # 1 Hujan

Ada kata yang tak tersampaikan hujan
Langit mendung serupa cerita yang terhentikan oleh kata
Tanah basah membendung rangkuman kata yang tak teruraikan

Andai saja ini tak terlalu menyakitkan

Walau ini sesaat, kunikmati kebersamaan denganmu
Jalinan cerita yang terbingkai dalam kelamnya langit malam
Suara renyah hujan yang turun mengenai dahan dan dedaunan
Membuat saat ini akan kuhentikan sejenak


dunia yang aneh

sickDunia emang makin aneh.
Tiap sore nonton TV, ada aja berita yang bikin saya berkomentar usil
Hari ini, ada seseorang yang mengkalim kalau dirinya Tuhan
Kemarin, ada mahasiswi diperkosa di kampusnya
Beberapa hari yang lalu, ada anak yang membunuh ibu kandungnya
Tempo hari, ada ibu yang menjadi gila karena mengalami kekerasan ketika hamil tua

Semakin lama, semakin aneh-aneh perilaku manusia
Sepertinya otak manusia semakin mengecil akhir-akhir ini, banyak perbuatan yang (kalo saya pikir sih) dikerjakan tanpa dipikir dulu. Tersinggung dikit, bacok. Ga suka, bunuh. Horni dikit, perkosa. Ga sabar sama jawaban doa dari Tuhan, dibikinlah dirinya menjadi Tuhan itu sendiri.
Padahal manusia kan -katanya- punya ukuran otak yang jauh lebih gede dibanding hewan, tapi kelakuannya ga jauh beda sama binatang-binatang itu.

Dunia makin sempit kali ya?
Kepentingan manusia yang satu, kebentur sama kepentingan manusia yang lainnya
Keinginan manusia yang banyak, kepentok sama keadaan untuk tidak bisa memiliki secara penuh
Semuanya saling sikut, berlomba-lomba dalam urusan duniawi
Semakin banyak manusia yang merasa bahwa dirinya adalah yang paling benar, paling berhak untuk menilai orang lain, dan berhak untuk semua yang ada disekitarnya.

Trus, gimana dengan hati nurani?
Dimana hati kecil ketika semuanya terjadi?

Memang sulit untuk mengubah dunia yang aneh ini menjadi tempat yang lebih menyenangkan
Beragam kepentingan, hasrat, kemauan yang perlu diwujudkan dalam satu waktu

Tapi mungkin bisa dimulai dari diri kita sendiri ya, dalam hal ini dari dalam diri saya sendiri
Memang pastinya saya perlu banyak-banyak-banyak belajar lagi tentang banyak hal
Tentang bagaimana saya menghargai diri saya sendiri dan orang lain, bagaimana bahwa hak saya pun bersebelahan dengan hak orang lain, bagaimana saya menghormati setiap individu yang berbeda dalam keseharian saya.

Ya mudah-mudahan dunia akan menjadi akan lebih baik suatu hari nanti..


Payung & Masuk Angin

kemarin seharian hujan, entah berapa episode hujan turun
waktu hampir waktu makan siang, hujan turun
tapi ternyata rasa lapar mengalahkan segalanya
rela menjadikan baju untuk basah terkena air yang Tuhan kirim itu

menjelang pulang, hujan semakin menjadi
memang petir tak hadir, tapi hujan menyiram dengan cepat
urung pulang sebentar, menyiapkan banyak senjata untuk menyapa hujan
bertukar sepatu menjadi sendal jepit
menggulung celana panjang sampai setengah betis
mantel tebal dan betopi sudah dalam posisi siap
siap tempur menerjang hujan yang semakin menggila
tapi ketika orang lain mempunyai senjata yang lain
aku terdiam
semua orang mengeluarkannya sebagai senjata pamungkas
siap berduel dengan hujan
benteng pertahanan semakin kokoh

ketika mereka berlarian dengan memegang senjata itu,
mereka akan merasa lebih aman melawan hujan

payung1inda ga bawa payung,
kepalanya basah kena air hujan
dan lima menit kemudian datanglah tembakan beruntun bernama bersin
yang mulai menghambat hidung untuk mencium bau tanah basah karena hujan
hidungnya mampet
badannya mulai hangat, dan mulai terasa menggigil
sepertinya air hujan sore itu membuat inda masuk angin


Besok inda mau bawa payung?
Hmmm…


Bandung Or Never

Kalo diusir dari Bandung, kamu mau pindah kemana?
Euh?
Pertanyaan yang mengusik ini saya terima tadi sore

Iseng dan nyeleneh tapi bikin saya berpikir juga  pada akhirnya

3956557-a_shop_at_jalan_braga-bandung

Pindah kmana ya?

Saya terlalu mencintai kota kecil ini
Kota yang tiap sudutnya menghadirkan sensasi yang luar biasa
Kota yang cocok untuk segala rasa
Sedih? Bandung paling cocok untuk ngelamun sore-sore
Bahagia dan Hip Hip Hurrey? Bandung mendukung untuk melampiaskan semuanya

Saya menyukai hal-hal yang ada didalamnya
Banyak kota yang telah saya singgahi, dari kota kecil yang masih menggunakan lampu teplok di rumah-rumahnya sampai kota yang sepertinya tidak pernah tertidur, lampu berwarna-warni membuat mata membelalak kagum
Tapi Bandung sudah menyihir saya dengan segala keindahan dan kesemerawutannya, membuat saya tetap mencintainya dengan masalah banjir, macet, udara yang tidak bersahabat dan hal-hal lainnya
Mungkin terdengar naif, tidak objektif atau bahkan bodoh, tapi ini kota dimana saya lahir, besar dan hidup didalamnya
Kota yang telah menghadirkan beribu-ribu kenangan dalam setiap jalannya, menyuguhkan tawa hangat dari siapapun

Jadi kalau suatu hari ada yang mengusir saya dari Bandung, saya hanya akan menganggapnya gila. Bagaimana mungkin melepaskan sesuatu yang kita cintai dan meninggalkannya begitu saja?

Ah, Inda gakan pergi kemana-mana ko
Dan ga perlu pindah kemana-mana,
Di Bandung aja..


Hujan sedang Pilek

Hujan sedang pilek
Hari ini dia berlibur untuk mengunjungi kamu
Langit enggan berdekatan dengannya, mungkin takut tertular
Jadi langit dan angin bersepakat untuk meliburkan hujan
Dan memanggil kembali Matahari keatas panggung

Hujan sedang pilek
Sehari ini dia selalu bersin dengan keras
Menimbulkan bunyi gelegar samar dilangit atas
Letih dirasakannya
Dan hujan memilih untuk beristirahat
Dibalik awan putih dan tertidur pulas ditemani hangat matahari sore

Hujan sedang pilek
Dan memungkinkannya untuk menyaksikan kehidupan manusia dari awan
Seorang perempuan kecil sedang menatap langit
Wajahnya terlihat menantang hujan untuk segera turun
Dan memandikannya seperti yang biasa ia rasakan setiap sore
Gatal dirasakan untuk menjawab tantangannya,
Turun beramai-ramai dari awan,
Membuat bumi menjadi basah
dan akan terdengar pekik riang dari setiap manusia yang menantikan kehadirannya

Hujan sedang pilek
Ia tak sadar bahwa kehadirannya akan selalu membuat langit sore terlihat lebih indah dari biasanya
Perempuan kecil itu selalu berkata bahwa langit sore setelah hujan adalah lukisan sempurna dan dibingkai oleh cahaya matahari jingga. Perpaduan yang indah antara dingin hujan dan hangat matahari
Mungkin hujan tau, jika tanah akan terasa lebih harum bila sudah tersiram olehnya
Perempuan kecil itu selalu menyukai harum tanah yang telah dibasahi hujan. Ada ketenangan terhirup darinya yang sanggup membuat waktu berjalan sedikit lambat

Cepat sembuh ya Hujan..
Besok kalau sudah sehat, cepat turun lagi
Aku sudah siapkan jaket dan sendal jepit untuk bermain denganmu lagi

umbrella-dancingintherain

(For TowB’s owner)


Pluie – Regen – Rain

Ini dia yang namanya HUJAN1280788-1-rain-day
Petir saling menyambar, berebut suara yang terdengar paling kencang
Kilatan dari tubuhnya yang berwarna keperakan membelah langit yang berwarna kelabu
Menimbulkan sensasi luar biasa,
Langit menjadi panggung yang mempertontokan kuasa alam atas kehidupan

Ini yang namanya HUJAN
Gelegar terdengar dari atas kepala
Bunyinya menandakan akan adanya air yang segera tumpah
Menjadikannya bumi basah, dingin, dan waktu akan berjalan dengan lambat
Bunyinya kadang memekakan telinga, mengejutkanmu sesaat dan kadang membuyarkan lamunan
Langit akan menarikmu kembali kedalam kehidupan yang baru saja kau tinggalkan

Ini yang namanya HUJAN
Tetesan airnya cukup kuat untuk menghunus kepalamu dalam sekali terjang
Kehadirannya yang tanpa permisi membuatmu terkejut dan panik
Kau berlari mencari perlindungan, dan berharap kedatangannya tidak merusak harimu
Sekejap saja, ia hadir dengan kekuatan penuh yang mengejutkanmu
Menjadikan sungai dan selokan kembali berirama,
mengantarkan semua yang terbawa arus untuk pergi

Ini yang namanya HUJAN – buatku
Hujan selalu membawa cerita tersendiri
Kehadirannya bisa aku nikmati dimana saja
Gerimis atau Hujan Angin
Dengan atau Tanpa Petir
Ada Gemuruh atau hujan yang hadir dalam keheningan

Aku mulai menantang petir untuk hadir dalam setiap turun hujan
Ketika kilatannya menyambar, tak lagi kututup mataku
Bahkan aku ingin menangkap gambar yang sempurna dari petir dari kedua mataku
Senyum hadir ketika menyaksikan mereka berkilatan
dan ketika mereka melompat menuju langit yang lain, bunyinya terdengar membahana
Inilah alam,
membuatku merasa menjadi penonton yang mengagumi setiap jengkal peristiwanya

Aku mencintai Hujan
Biarkan sesekali aku menikmati dengan menari dibawahnya
Walau aku tau, setelahnya aku akan merasakan ini
Tapi biarkan saja, karena aku menyukainya

(Kepala Pusing, Hidung Meler, Ujannya Gede banget hari ini…SERUUUUU!!!!!)