Category Archives: All About Inda

aku ingin lagi

Aku ingin merasakan sakit hati lagi
Merasa dicampakan dan terbuang
Keinginan yang tersia-siakan
Mimpi yang terhapus setelah aku menulisnya dengan indah
Harapan yang tiba-tiba runtuh ketika aku telah membangunnya sampai menara tertinggi di hatiku

Aku ingin rasa hampa, kesedihan yang tak berkesudahan
Keinginan menjadi seseorang yang tidak kau inginkan
Hasrat untuk mendapatkan penolakan yang tak berkesudahan

Itu rasa setelah aku mengenalmu

Rasa yang coba aku bangun setelah aku tau bahwa kau hanyalah sebuah debu
Debu kecil yang mudah menyusup kedalam semua perasaanku selayaknya tertiup angin dari baling-baling emosi ku

Apa yang akan kau lakukan dengan hatiku?

Aku tak berkuasa penuh lagi atasnya

Advertisements

BUKAN AKU!

lonely

Jangan tunjuk aku,
aku hanya ingin mereka mendengarkan apa yang aku katakan dalam suara sayu
Jangan pandangi aku,
aku hanya ingin mereka menyadari jika aku ada disini dalam hati yang sembilu

Jangan marah padaku,
jika aku hanya bisa duduk disini dengan ketidaktahuanku tentang apa yang terjadi
Jangan menuduh aku,
jika aku hanya diam dan bahwa waktu berlalu dengan derap cepat yang tak aku sadari

Aku dikecewakan oleh waktu,
diperbudak oleh keinginan yang tak menentu,
dicaci oleh ketidakmampuan untuk bertindak sesuatu,

Jajaran harapan hampa yang terus menghimpit
diperdaya,
dibarisakan menjadi sebuah kekosongan belaka
buaian, harapan, dan mimpi menjadi sesuatu yang absurd
disetarakan dengan rapihnya nisan yang diam membujur dingin
tak kuasa,

Ini tentang kesendirian
Menantang kesepian
dalam luasnya harapan


skenario yang salah

Cerita yang diharapkan akan berlanjut bukan seperti ini
Ini seperti lakon dari skenario yang terlalu banyak diimprovisasi
Banyak kebetulan-kebetulan yang akhirnya diamini saja perlakuannya dengan mengatasnamakan situasi dan kondisi yang memungkinkan
Mulanya tidak ada yang menyangka bahwa cerita akan bergulir sampai disini, menggelinding selaksa bola salju yang terus membesar ketika berjalan menuruni bukit

Ini dipercayai akan menjadi masalah jikalau tetap diteruskan
Ada pertentangan yang diyakini harus diselesaikan walau semuanya tak ingin berakhir

Ini masalah hati dan pikiran
Masalah perasaan dan logika

Dan peperangan pun dimulai

Battle to Win
Dan kali ini, Pikiran dan Logika harus menjadi pemenangnya

Entah bagaimana caranya, namun percaya saja bila semuanya ingin berjalan dengan baik dan berakhir dengan selamat, hati dan perasaan harus mau mundur, teratur atau secara paksa
Hati kadang menutupi sumber pikiran, memberhentikan arus deras kata logika yang sebenarnya menuntun jalan kearah yang baik
Perasaan sama sulitnya untuk dibendung, selalu ada kata “tapi” yang merajai, ada kata “kalau” yang membuat galau, dan selalu ada kata “mungkin” yang sulit untuk diredam

Keduanya bersekongkol membuat diri menjadi seseorang yang yang sulit untuk menolak, sulit untuk berkata tidak, dan bisa saja berbuat apa dengan pikiran yang hanya terbatas beberapa langkah saja
Ketika logika akan maju, yang artinya perasaan dikorbankan, maka rasa sakit yang akan didapatkan.
Langkah yang diinginkan dan langkah yang perlu dilakukan-atas nama kebaikan- selalu bersebrangan jalan.
Perasaan ingin membuat senyum kesenangan tapi logika berkata ini tidak bisa diteruskan

Hati berbisik bahwa ini perlu untuk kebahagiaan tapi pikiran berkata bahwa ini akan membawa petaka yang tak berkesudahan

Dan ini selalu tidak mudah
Untuk dimulai, dilakukan dan dijalani

Tapi seperti yang dikata,

Walau mungkin ini terlalu awal dengan mengabaikan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi
Peperangan akan dimulai


Bandits called ATM

Setiap awal bulannya (seperti kebanyakan pekerja lainnya), saya dibayar oleh perusahaan untuk tetap bangun pagi setiap harinya, untuk tetap sehat dan pergi bekerja, untuk mengoceh, mengeluh dan mereka juga membayar saya untuk tetap bersemangat selama 8 jam penuh setiap harinya.
Setiap tanggal satu, saya selalu panasaran untuk bertandang ke ATM. Menebak-nebak berapa jumlah nominal yang akan saya terima kali ini. Walau jumlahnya sangat jarang berubah (read : bertambah) setiap bulannya, tapi ada gelitik tersendiri untuk menengok berapa nominal yang tertera di layar mesin ATM.
Dari satu sumber, saya ‘salurkan’ dana tersebut kedalam beberapa pos pengeluaran.
Yang pertama? Tagihan yang setiap bulan harus saya bayar, telepon dan internet. Dengan pintar, cekatan dan terampil, mesin ATM tersebut mengurangi harta kekayaan saya dalam sekejap (sigh..!) . Semakin miris lagi, ketika saya perlu mengambil beberapa lembar lagi untuk mengisi ulang dompet, untuk dijadikan harta karun selama seminggu kedepan. Tak tega dengan diri saya sendiri yang kehilangan beberapa rupiah dalam sekejap itu, saya berniat untuk tidak lagi menemui mesin ATM untuk seminggu atau lebih (mudah-mudahan).
Tapi apa daya, teknologi telah memperdaya saya. Pernah denger sistem Debit?
Nah itu pun sama rampoknya dengan mesin ATM.
Tinggal gesek, pencet nomor keramat, dan viola..barang ada ditangan tanpa disadari harta karun di kotak rahasia itu berkurang lagi. Honestly, saya penggemar berat dari sistem Debit ini. Ada unsur ‘hipnotis’ ketika berbelanja dengan debit. Uang cash didompet saya tidak berkurang, tapi barang ditangan. Ya..ya..sound so dumb, tapi lumayan juga untuk tetap merasa ‘dompet tetap tebal’.

Dan, hari ini godaan datang dari seorang kawan yang bekerja di sebuah EO di Jakarta

Ully : “Ind, Java Jazz Festival tuh tanggal 6-9 Maret besok.Nonton yoo..”
Duh, godaan setan yang terkutuk nih. Bisa gagal, hancur berantakan rencana nabung saya (yang artinya jangka waktu main ke ATM dikurangi).
Inda : “Hah, Ogah..Mahal”
Padahal dalam hati saya ketar-ketir menebak berapa harga tiketnya, siapa tau tabungan saya bulan ini bisa dibuat pos baru untuk nonton
Ully : “Ya lu beli aja yang tiket terusan sebelum pertengahan bulan depan, 3 hari berturut-turut, jatohnya lebih murah”
Tuh kan, setan emang selalu punya trik yang hebat untuk membujuk orang
Inda : “Emang berapa?”
..dan saya pun tergoda
Ully : “600 rebu buat tiga hari”
Masih masuk akal.
Inda : “Tumben murah. Eh, Ada Brian Mcknight ya?”
Menyemangati diri sendiri, bahwa 600 ribu adalah nominal yang pantas untuk menonton Brian McKnight, Matt Bianco,dll
Ully : “Bener banget. Ada Jason Mraz juga lho!”
Temen saya ini memang juara ngomporin
Inda : ” Wah asikkk..ayuu..ayuuu..”
Nah kan, luluh lantah lah niat saya untuk menabung ini
Ully : ” Jason Mraz nya hari Sabtu, dan tiketnya 450 rebu kalo ga salah”
Holly crap, maksudnya apa?
Ully : “Terpisah kali say, kalo lu mau nonton dia, lu kudu beli tiket lagi”

Berarti saya perlu mengeluarkan uang 1.050.000 untuk 3 hari itu?
Dan saya pun mengurungkan niat untuk ikut nonton
Saya tidak akan mempunyai tenaga untuk menarik uang sebanyak itu dari kotak ATM
Tidak tega rasanya bila harus menonton nominal yang merosot tajam jumlahnya dalam satu waktu penarikan
Dan saya pun takan tega membayangkan hanya bisa melihat dari kejauhan, cuma bisa lewat tanpa bisa menyentuh ATM, dan menarik beberapa rupiah dari dalamnya.

Apakah teknologi memang selalu seperti ini ya?
Berada ditengah pertempuran antara kebutuhan dan keinginan?

atm


Self Healing

Semalam, saya mengeluh migren
Pelipis saya terasa menegang, leher juga kaku, dan yang pasti saya lebih grumpy dari biasanya
Saya mencoba mencari asal muasal penyakit menyebalkan ini, dan terpidananya adalah tentu pekerjaan di kantor
Akhir-akhir ini box yang berisi setumpuk pekerjaan yang harus saya bereskan tidak pernah surut, bahkan semakin menggunung. Satu selesai, dua tugas datang. Dua selesai, tiga pekerjaan menunggu. Begitu terus.
Konsentrasi mudah hilang jadinya. Saya yang pelupa, ketika pekerjaan menumpuk, menjadi saya yang pelupa kuadrat.
Boss saya tadi pagi kirim e-mail, yang isinya “Inda, bla…bla..bla…. I’m waiting” Ya ampun, kemarin sore saya lupa reply e-mail dari dia.
Ditambah minggu ini ada penilaian kinerja saya (yang entah nantinya berpengaruh kemana) , kecerobohan jadi nama tengah saya minggu ini. Jadi apapun hasil penilaian itu nantinya, saya pasrah.

Dan ketika saya selesai makan malam, sesi curhat dimulai melalui pesan singkat
I : Seharian ini gue kerjaannya ngomel mulu, otak gue penat.
B: Kenapa emang?
I: Gue juga ga ngerti. Bawaannya pengen marah-marah mulu
B: Stress kali. emang kerjaan lagi numpuk ya? wajar lah..gue juga kadang gitu
I: Mungkin, tapi kayanya kalo stress masih jauh deh. Energi negatif lagi merajai hidup gue nih
B : Heu? tenang atuh. Pelan-pelan dicari tau kenapa lu bisa penat kaya gini
I: Kayanya gue lagi bosen banget
B: Kalo itu sih, gue ga bisa bantu. Gue juga lagi ngerasain yang sama
Cobain buat senyum, lama-lama hati lu bakalan ketawa ringan. Siapa tau nolong
I: Gada yang bisa bikin gue ketawa dari tadi siang. Kalo lu lagi penat, lu ngapain?Ngerokok ya?
B: Kadang
I: Nolong?
B: Kadang
I: Gue mau coba boleh?
B: Saran gue sebagai orang yang udah tau rasanya, JANGAN! rokok cuma pelarian doang buat orang yang kebingungan
I: Termasuk elu?
B: Perlu gue jawab?.. Mendingan lu self healing nda, cari tau apa yang bikin lu penat. Rasa marahnya jangan dilawan, jalanin aja. Istirahat mungkin bikin lu merasa lebih baik walau itu ga menyelesaikan masalah

stop1

Penyembuhan diri saya sendiri

Saya perlu tau apa sebenarnya yang tengah saya alami saat ini, pikiran apa yang bersembunyi dikepala saya, dan bagaimana mereka bisa datang, tiba-tiba menguasai seluruh pikiran dan memberikan efek yang buruk?
Mungkin saya perlu menyeimbangkan lagi semua komponen yang ada didalam tubuh saya untuk lebih sering terjadinya keharmonisan dalam setiap aspek kehidupan.
Berhenti membenci, berhenti menyakiti
Berhenti bingung, berhenti membingungkan
Berhenti untuk takut, berhenti untuk merasa tidak berdaya

Ikhlas, mungkin itu kata kuncinya

Hidup untuk dijalani, bukan untuk disesali


Hadis Hari Ini – Catatan 1

Pagi ini,
Saya kesiangan bangun lagi
Padahal alarm saya masih berfungsi dengan baik.
Tapi jari sayapun sama bekerja dengan baiknya untuk memberhentikan bunyi alarm tersebut
Sesuai dengan lagu yang sering saya nyanyikan waktu kecil, pagi ini bangun tidur ku terus mandi, benar-benar dikerjakan
Ritual lagu ini sudah berlangsung hampir beberapa hari
Selesai mengeringkan rambut, berpakaian, saya langsung menyambar tas.
dan pergi berjuang melawan jalanan yang macet, kumpulan berupa-rupa manusia, kebisingan lalu lintas

Sambil menunggu sampai ditempat kerja,
Saya menyempatkan untuk membaca buku kecil yang sengaja selalu disimpan di tas
Hari ini pembatas buku sampai pada bagian yang judul chapternya adalah Banyak Jalan Kebaikan
Dan, Allah Maha Baik

Mata saya ditujukan pada sebuah hadis yang bunyinya seperti ini :

Abu Musa Al-Asy’ari ra. berkata :
Rasulullah saw. bersabda :
” Siapa saja yang selalu menjaga shalat Subuh dan Ashar niscaya ia                                                                      masuk surga.”
(Muttafaq’alaih)

Waduh,
Pukulan telak nih..
Mengingat selama ini saya paling rajin bolos shalat subuh
Banyak alasan yang saya cari-cari untuk pembenaran dari bolos ini dan akhirnya Shalat Subuh sering saya skip
Kalau saja saya punya catatan harian jadwal shalat, kolom shalat subuh mungkin yang paling banyak bolongnya.
Astagfirullahal’adzim

Allah memang selalu sayang sama saya

2658955843_4c07159e7e_m2

Allah mengingatkan saya untuk tidak lagi rajin membolos

Besok saya akan bangun lebih pagi

dengan niat yang lebih banyak, lebih kuat untuk membukakan mata dan mengambil air wudhu
dan menjalankan shalat subuh
Insya Allah

PS:
Ini ada tambahan sedikit bacaan, untuk lebih memotivasi kita supaya makin rajin shalat, terutama shalat subuh (diambil dari komunitassubuh.multiply.com)
Shalat Subuh merupakan satu di antara shalat wajib lima waktu yang mempunyai kekhususan dari shalat lainnya dan mempunyai keutamaan yang luar biasa. Pada saat inilah pergantian malam dan siang dimulai. Pada saat ini pula malaikat malam dan siang berganti tugas (HR Al-Bukhari).

Karenanya, beruntunglah mereka yang dapat melaksanakan shalat Subuh pada awal waktu sebab disaksikan oleh malaikat, baik malaikat yang bertugas pada malam hari maupun siang. Allah SWT berfirman: ”Dan dirikanlah shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” (QS Al-Isra’ [17]: 78).

Selain itu, shalat Subuh juga bisa menjadi penerang pada hari ketika semua orang berada dalam kekalutan (kiamat). Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid (untuk mengerjakan shalat Subuh) dengan cahaya yang terang benderang (pertolongan) pada hari kiamat.” (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah).

Tak hanya itu, Allah pun telah menyiapkan pahala yang luar biasa bagi mereka yang membiasakan shalat Subuh tepat pada waktunya, yaitu mendapatkan pahala sebanding dengan melakukan shalat semalam suntuk. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, ”Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat semalam suntuk.” (HR Bukhari).

Di antara hikmah dan alasannya adalah karena shalat Subuh merupakan shalat wajib yang paling ”sulit” dikerjakan pada awal waktu. Banyak di antara kita lebih memilih untuk tidur di atas kasur empuk dan selimut yang hangat. Padahal, seruan Allah (adzan) pada waktu Subuh telah memberitahukan kita bahwa shalat itu lebih baik daripada tidur.

Secara ilmiah, benar adanya bahwa bangun pagi dan melakukan shalat lebih baik daripada terus tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Louis J Ignarro dan Ferid Murad, pembuluh darah manusia akan mengembang pada tengah malam terakhir sampai menjelang siang. Kemudian secara berangsur-angsur sekumpulan sel darah akan menggumpal pada dinding pembuluh sehingga terjadi penyempitan. Inilah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Menurut peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 1998 ini, ada cara alamiah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, yaitu menggerakkan tubuh sejak pagi buta. Karena, penelitian mereka menunjukkan bahwa dengan menggerak-gerakkan tubuh, gumpalan sel tadi akan melebur bersama aliran darah yang terpompa dengan kencang pada saat bergerak.

WOW!!
Hayo…besok kita bangun lebih pagi, biar kita bisa shalat subuh dan insya allah lebih sehat
Kemonnnnn….


silent moment – self respect campaign

aku menyukai kesendirian, walau aku selalu merasa senang dalam keramaiansilent
aku menciptakan suakaku sendiri, yang populasinya hanya ada satu orang, aku sendiri
dalam kesendirian, aku memetik banyak titik kehidupan yang sebelumnya tidak aku miliki
di kesunyian ini, aku menyadari bahwa akulah satu-satu nya yang dapat mengerti diriku sendiri

aku menyukai ketika aku sendiri didalam rumahku
menjelajah setiap ruangan, menghadirkan banyak kenangan disetiap sudut
melayani diriku sendiri, memanjakan diriku dan akhirnya memahami setiap pikiranku

aku menyediakan kopi manis panas untuk berbicara dengan diriku sendiri
mencari tahu apa yang aku mau
mencurahkan segala isi hatiku
dan membereskan sedikit demi sedikit permasalahan yang ada
aku berdamai dengan segala ketakutan dalam hatiku
membujuk inda-inda kecil dalam hatiku untuk berdamai dengan inda-inda kecil yang ada didalam logikaku

aku menyimpan sofa empuk disudut kamarku, bersebelahan dengan rak buku ajaib
disitu aku menhabiskan banyak waktu,
membaca buku-buku yang terkadang membuatku tertawa dan kadang merenung
banyak kantung-kantung pengetahuan yang siap aku telan untuk membekali perjalanan hidup

aku adalah perempuan yang cerdas
isi kepala ku seperti pensil, dan selalu memerlukan rautan untuk membuatnya tajam
dan rautan itu aku dapatkan dari banyak tempat
dari kitab suci, obrolan panjang dengan kawan, atau dari buku yang aku baca

aku semakin memhami, bahwa diriku sendiri lah yang paling bisa aku andalkan
diandalkan untuk segala urusan hidupku
bahwa keputusan untuk hidup dengan bahagia adalah pilihanku
bahwa orang yang paling mengerti diriku adalah diriku sendiri
bahwa personal yang dapat membuatku nyaman adalah aku
menjadi dirku sendiri adalah hal yang terbaik yang dapat aku lakukan
dan dalam merenungi kesendirian, aku mengetahui dengan pasti yang aku mau dalam hidup ini

aku menginginkan kepuasan dalam hidup ini dan kebahagiaan pada akhirnya