Category Archives: BFF

..mungkin suatu hari nanti aku dapat memelukmu

mungkin suatu hari nanti aku bisa memelukmu
dan cinta ini bukan lagi sesuatu yang perlu diingkari

coba menghentikan laju derasnya rasa sayang dengan benturan kenyataan
bahwa perbedaan adalah awal muara dari semua rasa yang ada
ketika ia menuntut sebuah kebersamaan, perbedaanlah yang didapat
saat ia menginginkan untuk mengakhiri perjalanan,
aku menyeretnya untuk berpetualang

banyak keenganan dalam kata-katanya,
ada seribu keraguan dalam bahasanya
dan ketakutan dalam keputusannya

tapi cinta ini tak membelenggu
rasa ini telah berubah mejadi senyawa abadi yang sempurna tak tergantikan
rasa ini bermutasi menjadi rasa sayang yang tak mengenal lagi semua hal dalam dirinya
rasa yang satu,
dan akan selalu begitu

tapi ia akan tetap melaju,
menjalani harinya
dengan atau tanpanya

karena cinta ini akan tetap ada
dibungkus kenangan indah yang mungkin tak mudah untuk dipahami

berjanjilah untuk hidup bahagia dan aku akan memiliki separuh kebahagiaan itu
dan kau pemilik hati yang hitam,
aku akan tetap menyimpan hati dan rasa yang pernah kau coba berikan
tapi cobalah untuk jatuh cinta lagi
karena kau takkan tahu jikalau diluar sana ada yang mencintai, menyayangi dan memilikimu
seutuhnya

dan sempurna lah kalian berdua…


Stargazing with you

Perasaan ini lucu,
Entah apa namanya, tapi ini menggelikan
Sepintas merekapun tak tau apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua, tapi kalau saja mereka melihat lebih dalam di antara pandangan dan hati, mungkin mereka pun sepakat menamai ini adalah sebuah perasaan

Banyak yang bisa dia ceritakan kepadanya
Dan dia selalu membiarkannya menjadi seorang perempuan yang memang begitu adanya
Jikalau ada bahasa yang tepat memaknai ini, mungkin ini adalah cikal bakal dari sebuah akar hati yang akan tertancap tajam dan sulit untuk dilepaskan

Hanya saja perasaan ini lucu,
Tak bernama dan tak memiliki tuan,
Rasanya kadang menghunus tajam kedalam hati ketika sepakat diakhiri,
Tapi itu hanya beberapa hari,
Kemudian, keduanya saling berkata bahwa mereka merindu
Dan kembali menyatu

Ini bukan cerita yang bisa dipadankan
Meski rasanya sudah menyerap kedalam pori-pori, melekat erat seperti keringat dan perasaan yang coba disingkirkan tetapi terus memantul, melompat, dan tetap enggan keluar dari rongga hati

Dia ingin, mereka menikmati perasaan ini
Walaupun akhirnya perasaan yang bernama ini hanya akan menjadi cerita yang berlalu dengan beriringnya waktu
Perasaan yang ada dalam genggaman tapi tak bisa dimiliki
Perasaan yang lucu


20an – 30an

Ini obrolan panjang lebar dengan seorang kawan lama pada suatu sore di pojokan tempat ngopi setelah berjumpa pada suatu acara perkawinan. Dari pembahasan masing-masing dari kami berdua yang makin bertambah usia sampai perubahan pola pikir yang ikut menaiki laju usia tadi
“Jadi apa yang berubah, yang?”
Dengan cepat, saya menjawab tidak terlalu banyak yang berubah pada diri saya. Saya masih pribadi yang sama seperti beberapa tahun lalu, kalaupun ada yang berubah mungkin karena pengalaman yang selama ini saya lalui telah mengajari satu atau banyak hal dalam melihat banyak hal dalam hidup ini. Kebetulan, usia kami berdua terpaut beberapa tahun saja, dia baru saja melangkah dua kaki dari usia tigapuluh, dan saya masih ada beberapa langkah menuju angka tersebut.
Ketika saya bertanya balik padanya, ia pun tergelak. Ia merasa hidupnya menuju mapan, ia mulai meyakini dengan apa yang dijalaninya, dia mulai berpikir untuk tidak lagi melajang (hello..?), dan ketika ia berkata “tebak yang, what turns me on sekarang tentang perempuan”
Dirinya -untuk saya- identik dengan perempuan-perempuan cantik berkaki jenjang,berambut merah panjang, berbalut kulit putih yang selalu digilir dikenalkan kepada saya.Ketika saya menyebutkan list tersebut kepadanya, kembali ia tergelak.Katanya itu terjadi ketika ia berusia 20an, ketika ia masih menjadi “anak laki-laki” bukan “laki-laki”.
Di usia 20an, hormon testosteron mereka sedang merajai hidupnya dan ada diposisi paling puncak, wajar katanya jika para “anak laki-laki” senang untuk pamer kepada teman-temanya tentang berapa banyak perempuan “sempurna” yang bisa mereka dapatkan. “Masa sih?” “Serius yang, cowo kebanyakan kaya gitu. Umur segitu, kita masih doyan perempuan yang seksi”
Seksi itu berarti perempuan yang memiliki keinginan dan menunjukannya. Sexually attractive. Begitu katanya.
Antara tidak percaya, ingin menyangkal tapi saya amini saja perkataannya
“Sekarang gimana?”
Setalah mendapatinya hadir di acara perkawinan tadi siang sendirian, dan ada beberapa kerutan disudut mata dan perut yang mulai sedikit membuncit, pastilah ada yang berubah, pikir saya.
Diusianya sekarang, ia berkata bahwa penampilan seorang perempuan memang masih menjadi pertimbangan utama, tapi ia lebih memperhatikan dengan lebih detail dan rinci. “Umur gue sekarang ini udah punya beberapa pengalaman dalam hal kegagalan dan mulai mencari kepekaan dan kepribadian yang lebih matang dari seorang perempuan. Umur segini gue belajar dari pengalaman kalau cantik itu bukan segalanya. Justru perempuan yang kemungkinannya sangat kecil sekali untuk menyakiti ego gue, itu lah perempuan yang menarik”
Saat saya bertanya sudahkah ia menemukan perempuan dengan keinginannya tersebut, ia tertawa perlahan.
Katanya ia tak ingin terburu-buru untuk mendapatkannya. Perlu waktu untuk mengenal seseorang dan melihatnya secara keseluruhannya.
“Perempuan terlihat cantik itu perlu yang, tapi perlu juga diimbangi dengan wawasan yang luas dan intelek. Gue juga masih aware dan respect sama female grooming tapi tetep otak kudu ikutan “nyalon” juga”
Perbincangan diakhiri dengan janji untuk bertemu lagi jika ada waktu. Mungkin ketika usianya sudah bertambah, dan peta hidupnya sudah bertambah penuh, akan ada pemikiran baru tentang What turns him on.

So, what turns you on?


well done

cinta ternyata bisa berhenti, berakhir dan usai
terseret ketidakmampuan untuk merubah diri menjadi seseorang yang diinginkan
terhempas dalam hilangnya kepercayaan akan keinginan untuk menjadi yang lebih baik
cinta tak lagi mampu menopang kerapuhan itu
hanya menggeliat sebentar dan kembali terjatuh

cinta ternyata hanya sementara, tidak abadi dan rapuh
saat keadaan tak lagi sejalan dengan kemampuan untuk berubah
ketika harapan terlalu berlebih untuk segera diwujudkan
cinta tak lagi maju sebagai perisai
hanya sebagai lapisan luar yang mengatasnamakan hidup

ketika dengan menyebut atas nama cinta, mereka bertanya ‘kemana rasa itu pergi?’
rasa yang pernah mereka sanjung bersama,
rasa yang mampu menembus segala rintangan dan perbedaan
rasa yang selalu memberikan kekuatan lebih dari segalanya
ternyata kini rasa itu hanya bisa terdiam, dan menatap nanar

Nyatanya, cinta itu hampa tanpa ada keinginan untuk selalu bersama
Ternyata, cinta itu hanya bualan ketika kita tak memperjuangkannya untuk selalu tumbuh
dan akhirnya, Cinta hanya kata Cinta ketika kita tidak lagi menginginkannya

Tak perlu kau menyanjung cinta,
karena pada akhirnya ternyata cinta yang akan mengakhiri segalanya

(To : Donny, my best Friend ever.
Sabar ya sob..)


Platonis

Melihatmu, cukup saja dari kejauhan
Dan dengan itu, kau telah membuatku melangkah ringan hari ini
Memandangimu, walau hanya dengan sudut mataku
Dan mengetahui kau ada, aku setengah berharap jika kau melihatku juga

Rasa ini tak bertuan

Ketika mereka melihatmu dengan cara yang berbeda dengan caraku memandangmu
Aku tahu, jika ada sesuatu yang kau sembunyikan dan tidak mudah untuk kau bagi dengan siapapun
Ketika mereka menganggapmu dengan sudut pandang yang berlainan dengan teropong mata yang aku miliki
Kau menyadari bahwa dirimu bukanlah seperti yang selama ini mereka kira

Rasa ini tak bermuara

Katakanlah saja, jika aku menyukaimu
Kau – dimataku- adalah tidak sama dengan kau – dimata mereka
Aku memahami apa yang kau percaya
Aku mengetahui apa yang kau sembuyikan

Rasa ini egois

Tidak akan aku bagi dengan siapapun
Bahkan dengan dirimu


Dini – Deny her love

Ini tentang cinta lagi
Tak yang habis untuk diceritakan
Lagi dan lagi

Pernah menyangkal ketika cinta datang mengusik?
Tidak mengakui bahwa kehadirannya telah menjadi sebuah titik
Titik hitam yang akan selalu ada dijauh dalam hati
Yang akhirnya akan tumbuh dengan sendirinya

Aku sulit untuk jatuh cinta
Aku tak pernah membiarkan hatiku berpaling kepada yang lain
Ketika hati menetapkan cinta untuknya, selamanya akan bersemayam disitu
Walau ternyata dia melihatku dengan cara yang berbeda dengan caraku melihatnya

Aku menyukainya
Aku memujanya
Dia cahaya hangat ketika aku kedinginan
Dia tawa riang ketika hatiku menangis

Aku mencintainya
Tapi dia tak tau

Aku membiarkan dia tertawa didekatku ketika bercerita tentang kekasihnya yang baru
Aku membiarkan matanya yang berbinar menatapku ketika dia bercerita tentang cincin emas yang ada di jari manisnya
Aka membiarkan dia merasa bahagia meski itu mengoyak hatiku dengan perlahan, dan akhirnya menjadi porak poranda
Aku membiarkan dia berbagi denganku, maka dengan begitu aku bisa selalu menjadi bagian dari hidupnya

Andai dia tau

Selama lima tahun ini,
Semua ruang dihatiku penuh dengan namanya
Semua kehidupanku dihidupi oleh senyuman dan kebaikannya
Bahwa kehadirannya dijauh mataku membuat hatiku menjadi indah
Bahwa ketika ia berbicara denganku, aku menjadikannya energi yang terus menemaniku

Tapi keberanianku hilang
Keberanian untuk membiarkan dia tau apa yang ada di hatiku
Kekuatanku tidak penuh untuk itu
Ketakutan untuk kehilangannya lebih besar dari apapun

Kini, ketika ia menunggu kelahiran dari buah hatinya, aku telah pergi jauh darinya
Melanjutkan kehidupanku yang ternyata perlahan bisa aku lepaskan dari namanya
Keindahan akan dirinya akan selalu menemani ruang memoriku
Kebaikannya terus menghadirkan senyum dihatiku

Aku sudah siap untuk jatuh cinta lagi
Pindah kelain hati
Berani untuk menunjukan apa yang ada dihatiku untuk seseorang yang telah mencuri hatiku
Semoga saja dia tau

(Nugraha, dari dulu Dini naksir kamu, tapi kamu ga tau.
Selalu namamu yang tersebut ketika bercerita denganku.
Pedih rasanya bila orang yang kau cintai tak mengerti perasaanmu.
Kamu adalah dunianya, poros kebahagiannya,
Andai kamu tau)


Sakit Gigi

Sakit Gigi ya?
Giginya ada yang bolong kali tuh..
Engga?
Mmmm..knapa ya?
Jarang gosok gigi kali tuh…
Kan di iklan di TV juga ada, kalo mau tidur itu sikat gigi dulu, biar giginya ga gampang sakit
Abisnya kamu kalo mau tidur ga pernah sikat gigi sih, langsung tidur aja..Iya sih udara emang lagi dingin banget, skalinya masuk kamar, males buat keluar lagi deh..

Coba liat giginya..aaaaaaaa…
Bolongnya ko banyak?
Kamu kalo ngemil apaan sih?batu?ko bolongnya gede-gede gitu giginya?
Pasti ngilu kalo minum yang dingin-dingin ya?
Kalau kena yang panas-panas juga sama ngilunya ko..

Pasti ga mau ke dokter deh..
Iya sih emang dokter gigi suka nyeremin, apalagi kalo senjatanya udah kluar..bunyinya itu lho!!SEREM
Tapi kan biar gigi kamunya sembuh juga

Tapi ko bisa tiba-tiba sakit gigi sih?
Pagi-pagi kamu masih senyum-senyum aja, tandanya kamu belum sakit gigi
Tapi siangan dikit, kamu langsung manyun nahan sakit
Pasti malem sebelumnya kamu makan yang manis-manis trus ga bagi-bagi, jadi sakit gigi deh

Nah,
Mulai sekarang jangan lupa sikat gigi sebelum tidur ya
Yang manis-manisnya dikasih ke yang lain aja, jangan dimakan sendiri

Cepet sembuh ya