Category Archives: Favorite Things

Love Letters of Great Man

my thought go out to you, my immortal beloved
i can only wholly with you or not at all
be calm my life, my all
only by calm of consideration of our existence
can we achieve our purpose to live together

oh,continue to love me
never misjudge the most faithful heart of your beloved
ever thine
ever mine
ever ours

Advertisements

Berbagi senyum dari atas sepeda (part 1)

Saya perlu olah raga
dan kemarin pagi saya bersepeda
Sehari sebelumnya, saya mengirim pesan singkat kepada seorang kawan lama, “Isuk rek kamana? Sasapedahan yu?”
dan jawaban yang diterima sesuai dengan harapan “Siap, jam 6 ku urang disampeur”
5.45 saya siap sikat gigi, mencuci muka (tanpa perlu mandi-mau keringetan juga kan?)
Celana panjang berbahan kaus, kaus gombrong (dengan harapan akan mendapatkan banyak angin), rompi, backpack berisi topi (yang tidak terpakai), handphone (teuteup), handuk kecil dan kamera (teuteup juga dibawa padahal jarang terpakai) dan sepatu keds andalan yang kemarin baru saja dicuci.
6.00 saya dan sepeda pinjaman milik ayah stand by didepan rumah, menunggu sang kawan yang kebertulan tetangga tadi ditemani ibu
“Kamana Fajar teh yang?” tanya ibu saya sambil celingukan melihat ke jalan membantu kepenasaran saya mengapa sang kawan – Yang kedepannya akan disebut Fajar, karena memang itu namanya – belum datang juga. Saya coba hubungi, dan ternyata handphone nya tidak bisa dihubungi
“Saya pergi sendiri aja mah, lama kalo nunggu dia”
Antara rela dan tidak, ibu saya menahan saya untuk menunggu Fajar, tapi kaki saya sudah gatal untuk mulai menggowes.
” Ya atuh, keburu panas. Ati-ati”
Bismillah
Sambil mencari posisi yang paling enak untuk duduk,untuk menggoes, dan gigi sepeda yang dicoba pindah-pindahkan, saya memikirkan kemana arah tujuan sasapedahan kali ini, akhirnya saya memilih Balai KOta. Rindang pohon disana selalu sukses membuat saya ingin datang dan datang lagi. Oke, tujuan sudah ditetapkan,tinggal rute.
Rute hari ini, bebas. Yang penting banyak pohon, bebas polusi dan ga banyak orang.
Melewati jalanan besar-Sukarno Hatta, salah satunya- cukup membuat nyali saya ciut juga. Jalanan sudah cukup ramai, dan itu dia musuh besar saya datang. Bus KOta DAMRI cumi-cumi. Baiklah, mungkin bebas polusi masih sulit untuk didapat dijalan ini. “GAS POLL..”teriak saya dalam hati, hindari cumi-cumi raksasa itu sebisa mungkin, dan SUKSES (karena Bis cumi-cumi itu berhenti didepan pabrik Delami).
Goes lagi (dibaca sesuai tulisan aja, bukan lafal bahasa inggris ya)
Diperempatan lampu merah Bypass-Buahbatu saya berhenti (ingat peraturan dari selembaran SAFE ROAD BIKING TIPS-SRBT-dari komunitas Bike To Work yang pernah saya terima-nanti akan saya sebutkan dibawah) dan saya terlihat seperti mahluk aneh. Ada yang salah? Disebelah kanan dan kiri saya sepeda motor, dan mereka menatap saya dengan muka “ya elah hari gini pake sepeda”
Huuff..Tenang ‘nda, mereka udah lama ga liat orang pake sepeda kayanya. Oke, Semangat saya ON lagi.
Belok kanan, jalan Buah Batu. 
Fyi, jalan Buah Batu ternyata berlubang cukup parah, selama ini saya melewatinya dari kendaraan roda empat, jadi kurang memerhatikan dengan jelas. Karena hujan semalam, otomatis lubang tersebut beralih fungsi menjadi kolam. Sayang sekali.
Melewati bekas Supermarket Hero pagi-pagi gini pasti crowded, pikir saya. Dan benar. Jalanan didepannya cukup padat, dengan mobil yang parkir, angkot yang berhenti sembarangan, motor yang melawan arah, orang berlalu lalang dengan bebas merderka membuat saya akhirnya menyender di trotoar sebentar (Poin – 4 SRBT) sambil mengecek handphone saya. Ternyata ada Pesan dari Fajar yang isi nya ” DIMANA?” dan sebelum saya membalasnya, ada telpon masuk. Fajar.
F : “Urang kasiangan euy, maneh dimana ieu?”
I : “Buah Batu. Sare wae atuh”
F : “Saya nyusul lah. Kamu nunggu dimana?”
I : “Ditungguin sambil jalan ya? Bari neangan Circle K, mu beli minum. Okay bos?”
F : “Sip. Kabar-kabarin lagi. Urang indit ayeuna”
6.15, tapi saya masih mendapatkan embun waktu saya mengerluarkan udara dari mulut saya. Haaaa…SENANGNYA
Goes lagi.
Circle K dimana yang enak parkir nya ya?jalan terus aja lah, siapa tau didepan ada. Tidak terasa saya sudah diperempatan Buah Batu-PP 45. Tanggung lah, circle K Burangrang aja-pikir saya. Ini jalan favorite saya juga, Buah batu setelah perempatan PP 45.Pohon rindang, bau tanah dan daun setelah hujan, jalanan hitam pekat dan tidak terlalu ramai. Belok kanan, didepan lapangan Softball Lodaya, lalu belok kiri jalan Sancang. dan WOW..jalannya totally butut berat.Kolamnya memang kecil-kecil tapi banyak.Jaraknya dekat-dekat.Walaah..Tapi tanggung lah, Hajarrr…
Lurus terus menuju jalan Burangrang. Didepan ada circle K, tapi parkirnya ga enak ah. yang di Braga aja.
BPI, Perempatan 5 yang mengharuskan saya GAS POLL lagi (beneran!) untuk “numpang” nyebrang dengan seorang bapak yang menggunakan sepeda juga didepan saya,karena jujur saya memiliki kelemahan koordinasi dalam menyebrang. Jangankan dijalanan besar seperti ini, di jalan selebar cimbuleuit pun saya pernah sedikiiiit lagi tertabrak motor karena kelemahan tadi. Duh..!
Misi tercapai, sebagai ucapan terimakasih untuk numpang menyebrang saya tersenyum dan berbasa-basi “jalan-jalan pak?” dan si bapak pun tersenyum sambil mengangguk. Aman.
Ok, ini jalan Asia Afrika. Hotel Homman, Preanger dan Kilometer 0. Depan belok kanan ah, Braga. Di depan Bank Jabar ada pasukan Orange dan Biru berjajar masuk kedalam Bis. OOhh..Piknik ya? Medingan sasapedahan-senyum saya dalam hati.
Braga masih sepi-sepi dari orang orang yang sibuk foto foto, sepi dari lukisan yang biasanya dijajarkan di trotoar, sepi dari para Brotherhood itu..- tiba tiba ada sepeda menyalip dari sebelah kanan saya. Seorang bapak tua,masih sehat, sepedanya bagus,tersenyum. “Ayo..” katanya. Saya pun tersenyum lagi “Mari pak”
Wah, silaturahmi dijalan ini sih. Bagus-bagus..Ah, saya ikuti saja si bapak itu (btw, Circle K nya kelewat dehh..)
Dari Braga ternyata lurus terus-eumm..satu arah kan ya?gapapa ya?boleh emang?boleh aja lahh….(melanggar POin – 8 SRBT)
Sampai didepan BI, saya kebingungan. Ada taman kecil dibundaran situ. Ini lewat mana dong?nyebrang ya?waduh…belok kanan aja deh, ngelawan arus sih, tapi sepi kok. Ada rasa berdosa juga tapinya, bikin kagok kendaraan lainnya. Ya udah, U turn di depan Polwiltabes deh, masuk jalan Nias. Disamping Katedral, handphone saya bergetar lagi.
F : “Kamu dimana sekarang?”
I : “Polwitabes”
F : “Terus kemana?”
I : “Bebas. Nyari minum”
F : “Ya Udah, daerah situ aja ya. Biar saya jelas rute nya”
I : “Ok”
Masuk jalan Nias, banyak Polisi warna hijau stabilo duduk-duduk di warung, ngopi dan pasti ngerokok. Ko keliatannya gimanaaa gitu ya polisi nongkrong di warung? (Polisi juga manusia ‘nda)
Belok kiri,SMP 2. Sempet kepikiran buat masuk juga. Penasaran seperti apa sekarang keadaannya. Tapi ga ah, udah kelamaan lulusnya, ga akan ada yang kenal juga ntar disangka mau ngapain.Lurus terus, menuju samping taman lalu lintas (Ngomong-ngomong, patung yang lagi berdiri ditaman bunderan itu siapa sih?Bapa nya Ade Irma Suryani ya?Lagi ngeliatin anaknya maen ditaman lalu lintas?)
Lurus terus, jalan Sumatera (kalo ga salah) nahh..ini juga sedap nih, banyak pohonnya. Ngeliat pemandangan sebelah kanan rindangnya taman lalu lintas, jadi kangen juga sama masa kecil.Taman lalu lintas sering menjadi tujuan dikala weekend selain pergi ke toko buku (yup..saya seorang kutu buku akut dari kecil)
Lanjut, didepan Hotel Hyatt, saya urung belok kiri. Toh jalanan sepi, lurus aja lah. Ini dia BIP tampak belakang di pagi hari, sepi, tertidur.
Belok kiri, lalu perempatan belok kanan. DAGO. dan sepertinya hari ini saya memang ditakdirkan untuk sering bertemu dengan cumi raksasa DAMRI lagi dan yang ini lebih cumi dari yang cumi. Dia menggagalkan misi saya untuk menikmati udara Bandung tanpa polusi.Hayo lah, salip kanan menjauh secepat mungkin.
Dan ini lah Pohon-pohon terhebat, berjajar rapi. Akar gendut,daun lebat warna hijau.Hebat view saya menyebutnya.
Akhirnya circle K di Taman Telkom (Ranggamaelela) jadi pemberhentian saya yang pertama sambil menunggu Fajar.
Setelah parkir ditempat yang dirasa paling aman, saya rasa saya memerlukan kopi.
Black coffee dan banyak obrolan panjang lebar dengan bapak parkir disitu.

 (Ceritanya bersambung ya…)


my country, my heart

Sering mendengar cercaan, cibiran atau hinaan tentang negara kita sendiri?
Pasti
Datang dari mulut rakyat negeri tetangga atau bahkan rakyat negeri kita sendiri?
Sering terjadi
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang dihuni oleh banyak orang-orang ajaib, ditinggali oleh orang-orang yang jahat, dan dijajah oleh penduduknya sendiri
Negara tempat saya tinggal ini banyak dihuni oleh manusia-manusia pintar
Tapi hanya sedikit saja yang berkeinginan untuk membangun negara ini menjadi lebih baik
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang ditempati oleh beraneka ragam macam manusia dengan rupa, bentuk yang berbeda, dan berlainan tabiatnya
Perbedaan dianggungkan sebagai suatu yang mutlak dan indah adanya
Tapi yang terjadi, perbedaan justru adalah sumber dari banyak petaka yang terjadi
Negara tempat saya tinggal memang bukan negara hebat
Negara yang terhampar luas, daratan yang membentang juga lautan yang membirukan langit dan hutannya
Kekayaan ini dikata orang seharusnya dijadikan sumber segala penghidupan di negara saya
Tapi yang terjadi, keserakahan menghentikan niat itu dan dibuatnya jurang pemisah antara aku dan dia, antara kita dan mereka
Karena bagaimanapun,
Ini rumah saya
Rumah yang telah berbagi kehidupan
Rumah yang akan saya jadikan tempat tujuan pulang
spaceball3012181116_6e01188a1e
Kadang saya hanya menginginkan negara ini tetap ada pada saatnya tiba
Negara yang memang bukan negara hebat tapi begitulah adanya

Monolog # 1 Hujan

Ada kata yang tak tersampaikan hujan
Langit mendung serupa cerita yang terhentikan oleh kata
Tanah basah membendung rangkuman kata yang tak teruraikan

Andai saja ini tak terlalu menyakitkan

Walau ini sesaat, kunikmati kebersamaan denganmu
Jalinan cerita yang terbingkai dalam kelamnya langit malam
Suara renyah hujan yang turun mengenai dahan dan dedaunan
Membuat saat ini akan kuhentikan sejenak


3 Cinta 1 Pria

Minggu ini, saya membaca buku Arswendo Atmowiloto
Tidak menyengaja, ataupun terpikirkan sebelumya untuk membeli buku ini dan membacanya
Senang rasanya mendapatkan buku ‘lokal’ diantara gempuran buku-buku terjemahan yang hampir mendominasi rak-rak di toko buku

Ceritanya tentang laki-laki bernama Bong,
Tipikal laki-laki yang nyeni, serampangan tapi sangat menyakini apa yang ia percayai
Konsep hidupnya yang ringan, tanpa beban dan mengalir apa adanya menarik dia dalam kisah cinta dengan Keka,Keka Kecil dan Keka Siang. 3 Cinta – Ibu, Anak dan Cucu- dengan 1 Bong

arswendo

Dibelakang bukunya ditulis NOVEL DEWASA
dan memang didalamnya banyak terdapat kata-kata yang diperuntukan untuk orang yang (mengaku) sudah dewasa
seks ditulis dengan bahasa yang indah tidak lagi terdengar menggelikan tapi sebagai suatu yang memang telah menjadi bagian dari setiap kehidupan mahluk yang bernafas
kata-kata cinta dan kata-kata sayang diumbar tapi tidak menjadikannya murahan atau picisan, karena akhirnya saya menyadari bahwa sebagian dari kita memerlukan simbol dan pengakuan
cinta bisa sama indahnya ketika dihadirkan dengan bahasa yang vulgar ketika kita mempercayai keberdaannya

Setiap chapter, diawali dengan tulisan yang penuh dengan kiasan
diawali dengan bahasa tulus yang kadang tidak kita sadari sebelumnya
atau bahkan dengan kata-kata yang awalnya mendapat penyangkalan, pada akhirnya kita akan mengamininya

Hanya orang yang paling kamu cintai yang bisa membuatmu patah hati.
Itulah Harmoni

Percaya deh,
buku Sastra Lokal ga selalu menjemukan dibanding dengan novel-novel terjemahan
Malah justru lebih memperkaya bahasa kita, ‘menggemukan’ pemahaman akan sastra lokal dengan bahasa ibu
dan buku ini buat saya menyenangkan
Satu lagi, ada tulisan nakal didalamnya,coba tanya kepada diri sendiri, setuju ga?

Bedanya suami dengan kekasih adalah kekasih bisa dengan mudah berubah menjadi suami, sementara suami susah menjadi kekasih

Untuk bisa merasakan perbedaan itu, satu-satunya jalan adalah memiliki suami dan kekasih


Morning Feeling (Good Morning,Hubb..)

Pagi membuatmu menikmati hal ini
Lihat, Rasakan, dan Dengarkan

sunnyHanya dengan Pagi,
Kau akan melihat Matahari membuat langit gelap kembali menjadi berwarna
Menghantarkan para malaikat turun, menjejak tanah dan meninggalkan sisa langkah dalam daun berembun
Membawa nyawa untuk kembali dipersatukan dengan raga dan menjadikannya utuh
Seruan Tuhan diperdengarkan untuk memulai hari dengan bersyukur
Dengarkan…
Hal baik akan segera dimulai dari sekarang

Hanya dengan Pagi,
Kau akan merasakan dinginnya kesejukan angin yang mengizinkan kau untuk memeluk dirimu sendiri
Sebentar lagi, kau akan menatap langit diatas kepalamu, berharap akan untuk hari yang lebih baik
Sejumput rencana, keinginan, mimpi dan harapan akan kau bawa kedalam langkahmu dan dituntaskannya hari ini
Berdoalah…
Hal indah sudah ada dalam hatimu

Hanya dengan Pagi,
Kau akan mencium harum kopi hangat dan setangkup roti isi sebagai harum yang sangat kau nantikan
Kau akan melihat banyak kehangatan yang bisa kau bagi dengan orang yang kau sayangi dengan hanya kata-kata
“Selamat Pagi.May the day be with you”
dan lihatlah di langit, akan banyak doa terlepas seperti layaknya balon gas yang melayang bebas di udara
Bersiaplah…
Kau akan kembali menaklukan dunia hari ini

Buatku,
Hanya dengan Pagi
Tuhan sepertinya lebih dekat sejengkal denganku
dan aku bersyukur

PS :
Untuk Orang-orang yang selalu bangun siang, coba ga tidur terlalu malam dan coba bangun pagi.
Rasakan keajaiban pagi hari.


don’t miss it!!

Saturday Night Special : Biggest Full Moon of 2009

fullIf skies are clear Saturday, go out at sunset and look for the giant moon rising in the east. It will be the biggest and brightest one of 2009, sure to wow even seasoned observers.

Earth, the moon and the sun are all bound together by gravity, which keeps us going around the sun and keeps the moon going around us as it goes through phases. The moon makes a trip around Earth every 29.5 days.

But the orbit is not a perfect circle. One portion is about 31,000 miles (50,000 km) closer to our planet than the farthest part, so the moon’s apparent size in the sky changes. Saturday night (Jan. 10) the moon will be at perigee, the closest point to us on this orbit.

It will appear about 14 percent bigger in our sky and 30 percent brighter than some other full moons during 2009, according to NASA. (A similar setup occurred in December, making that month’s full moon the largest of 2008.)

High tides

Tides will be higher, too. Earth’s oceans are pulled by the gravity of the moon and the sun. So when the moon is closer, tides are pulled higher. Scientists call these perigean tides, because they occur when the moon is at or near perigee. (The farthest point on the lunar orbit is called apogee.)

This month’s full moon is known as the Wolf Moon from Native American folklore. The full moon’s of each month are named. January’s is also known as the Old Moon and the Snow Moon

(diunduh dari space.com)
Nah, jadi malem minggu ini ga usah ke bioskop
Alam ngasih kita tontonan yang luar biasa
Jadi berdoa saja, mudah-mudahan  ga ujan
Langit cerah dan terang
Siapin tangga dan baju hangat
dan kita nongkrong di loteng (bersyukur lah kalo punya rumah bertingkat)
dan..bagian terbaiknya adalah Gratis, tanpa dipungut biaya apapun 🙂
Tuhan memang baik…