Category Archives: i have no idea

aku ingin lagi

Aku ingin merasakan sakit hati lagi
Merasa dicampakan dan terbuang
Keinginan yang tersia-siakan
Mimpi yang terhapus setelah aku menulisnya dengan indah
Harapan yang tiba-tiba runtuh ketika aku telah membangunnya sampai menara tertinggi di hatiku

Aku ingin rasa hampa, kesedihan yang tak berkesudahan
Keinginan menjadi seseorang yang tidak kau inginkan
Hasrat untuk mendapatkan penolakan yang tak berkesudahan

Itu rasa setelah aku mengenalmu

Rasa yang coba aku bangun setelah aku tau bahwa kau hanyalah sebuah debu
Debu kecil yang mudah menyusup kedalam semua perasaanku selayaknya tertiup angin dari baling-baling emosi ku

Apa yang akan kau lakukan dengan hatiku?

Aku tak berkuasa penuh lagi atasnya

Advertisements

aku belum (mau) berlalu

aku belum berlalu
masih menyisakan jejak ketika melangkah
aku belum berlalu
masih menunggu matahari datang
aku belum berlalu
ingin berkata tak jujur, tapi aku masih memiliki harap

tapi,…

aku ingin diam disini untuk beberapa waktu
biarkan aku sendiri
disaat seperti ini, aku lelah dengan kata

kenapa
ada apa
?

semakin banyak kata itu, semakin aku lari menjauh

…..tinggalkan aku

bila waktu dan hidup menarikku kembali
aku akan melanjutkan perjalanan hidupku
tapi kali ini,
aku kehilangan arah hidupku
biar aku memeluk diriku sendiri
dan biarkanĀ  kaki ini tak terganggu untuk menjadi penentu kemana hidup ini akan berjalan

cobalah mengerti,
dan apabila itu sulit untukmu
tinggalkan aku



Larry

Leri,
lihat aku disini kali ini
kedinginan dan kebingungan
keadaan yang aku reka sendiri sehingga akhirnya menyiksa diriku sendiri
Leri,
aku ingin menjadi seseorang yang tidak aku kenal
atau biarkan aku hidup seorang didunia dimana tak seorangpun yang mengenalku
ketika aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri
Leri,
aku ingin pergi
sudah cukup aku menyakitinya,
cukup banyak aku menyia-nyiakan banyak hal dalam hidup ini
aku membuangnya percuma
Leri,
aku tak ingin kecewa, kalau pun iya nanti aku akan kecewa
aku tak ingin menyesalinya
aku tak ingin salah
walaupun akhirnya,
aku membuat keputusan yang salah
aku tak ingin mereka menyalahkanku

aku ingin hidupku tak bergejolak,tak bergelombang

Leri,
akan seperti apakah hidupku esok hari?
akankah aku menjadi seperti ini lagi
tetap dalam kebingungan
masih dalam sarang ketidakmenentuan yang aku bangun megah

Leri,
aku sakit


BUKAN AKU!

lonely

Jangan tunjuk aku,
aku hanya ingin mereka mendengarkan apa yang aku katakan dalam suara sayu
Jangan pandangi aku,
aku hanya ingin mereka menyadari jika aku ada disini dalam hati yang sembilu

Jangan marah padaku,
jika aku hanya bisa duduk disini dengan ketidaktahuanku tentang apa yang terjadi
Jangan menuduh aku,
jika aku hanya diam dan bahwa waktu berlalu dengan derap cepat yang tak aku sadari

Aku dikecewakan oleh waktu,
diperbudak oleh keinginan yang tak menentu,
dicaci oleh ketidakmampuan untuk bertindak sesuatu,

Jajaran harapan hampa yang terus menghimpit
diperdaya,
dibarisakan menjadi sebuah kekosongan belaka
buaian, harapan, dan mimpi menjadi sesuatu yang absurd
disetarakan dengan rapihnya nisan yang diam membujur dingin
tak kuasa,

Ini tentang kesendirian
Menantang kesepian
dalam luasnya harapan


curhat

Pa Walikota,
Tos saminggon ieu, abdi kasiangan wae upami angkat didamel teh. Sanes kulantaran kesiangan gugahna, sanes,da alhamdulilah abdi ge gaduh weker keneh.
Kasiangan teh kulantaran jalanna nu macet teras, pulisi na nu sms-an wae sanes ngatur lalulintas, jalanna nu rarenjul
Kitu oge, upami abdi uih didamel.Pasti langkung burit
Komo ari dipasihan hujanmah, tos pasti we macet na langkung-langkung da ditambihan ku banjir.
Kumaha atuh ieu teh pa?
Pan abdi tos ngabantosan mayar pajek unggal sasih, salah sahiji na kanggo kanyamanan abdi oge, sanes kitu?
Punten we pa, pang nambalkeun jalan nu renjul, pang damelkeun susukan ngarah teu banjir, sareng upami tiasa mah, aya alat transportasi masal nu mirah sareng nyaman.
Mangga gera diemutan ku bapa
Nuhun sateuacanna


Monolog # 1 Hujan

Ada kata yang tak tersampaikan hujan
Langit mendung serupa cerita yang terhentikan oleh kata
Tanah basah membendung rangkuman kata yang tak teruraikan

Andai saja ini tak terlalu menyakitkan

Walau ini sesaat, kunikmati kebersamaan denganmu
Jalinan cerita yang terbingkai dalam kelamnya langit malam
Suara renyah hujan yang turun mengenai dahan dan dedaunan
Membuat saat ini akan kuhentikan sejenak


Cinta, Hanya Itu

Hari ini, aku membaca buku. Buku yang hanya ada kata kalimat yang terbujur kaku
Buku ini bercerita tentang puisi, puisi cinta yang membuatku jemu
Mengapa selalu cinta yang diramu
Cinta yang naif, Cinta yang hanya digenggam sendiri, atau mungkin cinta yang terburu-buru

cinta ialah api yang membakar namun kasat mata

Cinta hanya sebuah bentuk keegoisan yang tak berkesudahan
Banyak dari aku berusaha mendefinisikan apa itu cinta yang sebernarnya
Bagaimana cinta dapat memiliki dua wajah dalam satu waktu
Ketika cinta dapat membuat hati membuncah, dan diam-diam cinta siap menikam

ialah luka yang memedihkan namu tidak terasa

Berapa kali kau terluka karena cinta tapi tetap bertahan
dan bersikukuh jika luka itu hanya akan ada untuk sementara
Percaya bahwa cinta jua yang akan menyembukan semuanya
dan kau kembali menyusun keinginan yang baru atas nama cinta

ialah bahagia yang tidak memberikan rasa bahagia
ialah luka begitu dalam namun tanpa pedih

Semua mengagungkan cinta,
seolahnya adalah bentuk yang mulia, gambaran sempurna dari suatu keindahan
alasan untuk hidup, akhir dari sebuah perjalanan panjang
titik awal dari nafas yang dihela, rasa yang dikecup ketika akhir masa

Cinta, hanya itu
Sedikit bahasa yang menjabarkannya
Ketika pujangga berbicara tentang cinta, ia hanya mengigau
Ketika semua menyanjung cinta, kita hidup dalam kebohongan
Cinta, sampai situ
Harapan yang dibuat melambung dari kenyataan

Cinta,

ialah tak ingin yang lain selain menyayangi

ialah sendirian berjalan diantara keramaian

ialah tak pernah puas akan kepuasan,

ialah memikirkan kemenangan dalam kekalahan

ialah ingin terbelenggu dengan rela

ialah mengabdi pada yang menaklukan

ialah setia pada yang membunuh kita

(Luis Vaz De Camoes)