Category Archives: Memories Zone

lagu baru

aku melagu,
bersenandung lagu biru
yang mungkin akan mengobati hati yang sembilu

ada lagu baru
yang akan aku bagi denganmu,
bukan untuk menghiburmu tapi berbagi luka denganku

hatiku kadang mambatu bila melagu denganmu
lagu cinta yang selalu membuat bibirku kelu bila namamu tersebut disitu

aku rindu
padamu
yang bukan lagi miliku


tetaplah menjadi bintang di langit

aku, kamu dan cerita kecil kita sembilan tahun yang lalu
hanya sedikit jalan yang pernah dilalui
tapi ternyata jejak yang ditinggalkan masih tersisa hingga kini
walau pada akhirnya hanya bisa dinikmati sesaat

kamu, aku dan penggalan perjalanan singkat sembilan tahun yang lalu
ada banyak perasaan yang yang ikut disitu
meski tak semua tak tersampaikan
aku tau kau tau
somehow…

kita,sembilan tahun yang lalu dan hari ini
..dan semuanya itu tak lebih dari perjalanan hidup
perjalanan yang membuat hati ini menjadi kaya,
atas kasih sayang, atas pemujaan yang dinamakan cinta

dan cerita ini akhirnya terbelah dua
kau merangkainya dengan banyak tokoh baru didalamnya, begitu juga denganku
cerita kita menuju kearah yang sama walau dengan alur yang berbeda

terimakasih untuk kenangannya
terimakasih untuk memori yang masih tersimpan rapih
terimakasih untuk doa nya

satu hal yang ingin aku bisikan padamu,
rahasia yang tak pernah kubagi dengan siapapun selama ini
denganmu, aku menemukan cinta pertama itu

Terimakasih untuk membaginya denganku
dan membiarkan aku merasakannya


2 buku

Seribu angin yang membawamu pergi, meninggalkan jejak di udara yang aku hela
Membuat rongga hatiku terbuka untuk menerima kebahagiaan yang baru
Aku tetap dapat merasakan kilauan hangat pancaran matamu, menyisakan keindahan yang akan selalu kunikmati ketika melihat matahari senja. Menjadikan kenangan ini seperti layaknya layar perahu yang terkembang, yang membuat hidup terus melaju.

Menyebut namamu, menghadirkan sengatan hebat didalam hati walau tak kuasa untuk menyudahinya, ku akui aku menikmati ini
Sedikit luka yang telah mengering mungkin takan menyakiti bila aku berdamai dengannya

Ketika aku menyentuh langit malam,
aku menemukanmu

Genggaman tangan yang aku puja
Senyum yang aku sanjung selalu
dan hatimu yang ingin aku miliki

Semuanya hadir dalam kesempurnaan mimpi yang aku miliki malam ini
aku tak ingin terbangun,
biarkan saja aku tertidur
bila dengan tidur aku dapat memiliki mimpiku seutuhnya

Aku hanya ingin terus bemimpi


apalagi yang bagus,Ind?

Hampir setiap hari, mungkin- karena saya tidak menghitungnya dengan pasti, ada seseorang yang mengirim pesan pendek kepada saya. Kadang isinya panjang lebar, berceloteh mengenai banyak hal. Tapi tak jarang juga, dia hanya mengirim beberapa kata saja. Tapi untuk menjawabnya, saya mencarinya sampai kemanapun.

Apa yang bagus-bagus, Ind?

Tanpa ada kesepakatan  sebelumnya, kami saling bertukar informasi tentang banyak hal. Tanpa ada paksaan untuk menjawab pertanyaan itu, tapi cukup kuat untuk menggerakan untuk mencari apalagi yang bisa dibagi.
Banyak yang kami bagi, dimulai dari kegemarannya memelihara Ikan Koi sampai kegiatan Yoga saya (yang sekarang terhenti..hieks).
Kadang apa yang menjadi perhatiannya, belum pernah saya sentuh sama sekali.
Kadang apa yang dia bicarakan, saya mentahkan lagi. Apa yang dia katakan, saya bereaksi dengan menggeleng cepat. Tapi pada akhirnya, pemikiran saya mengenai hal ini menjadi berubah. Tidak setuju 100% persen dengan yang ia katakan, tapi pada dasarnya saya paham apa yang ia ingin sampaikan dan sungguh hal tersebut membuat pikiran saya terbuka.
Jadi, menurut saya bila kita ingin menambah pengetahuan dengan cara yang tidak terlalu rumit, cukup saja berkata
Apa ya yang lagi bagus-bagus akhir ini di dunia?
Dan dimulai dari situ lah, pengetahuan mulai mengalir dengan cara yang lebih “light’ seperti yang saya bilang tadi.

Selamat Mencoba

PS :

Apalagi yang bagus-bagus, Ars?


Koi Origami

foto031_11Ini Koi, Koi Dalmatian..
Saya kira foto ini diambil di kolam
(Sayang fotonya kurang  jelas)
Ternyata ini origami buatan tangan seseorang

dan ternyata ketika saya mencoba membuatnya sendiri
bukan Koi yang didapat , tapi lebih terlihat seperti ikan Lele
(dan tidak layak tampil disini)


bagian tersulit..

.. dari mencintaimu adalah ketika melihat kau jatuh cinta lagi


Slow Motion

Bukannya aku tak mau,
Hanya aku tak ingin tidurku terganggu
Bayanganmu selalu mengejarku
Dan aku tak dapat begitu saja berlalu

Sore itu, langit mendung
Dan aku duduk melamun, sedikit menikmati dingin udara sore dari balik jendela
Tidak ada yang tersisa dari hati ini ketika menatap kosong kejalanan
Ingin merasakan sunyi, tapi semakin aku menginginkannya, semakin ramai duniaku berteriak
Air hujan perlahan turun dan menetes di atas kepala
Sebentar saja, waktu hidupku bergerak lambat…
Sekelibat masa lalu datang menyeruak..
Menarik diri kedalamnya
Aku ketakutan dan aku ingin berlari
Tapi aku lelah, dan tak bertenaga
Aku letih

Aku merasa telah melakukan sesuatu yang benar
Sesuatu yang mungkin bisa saja aku terima, tapi aku menolaknya
Aku menghadiahkan sebuah pelukan hangat untuk diriku sendiri
Sebuah ucapan selamat untuk keberanianku
Ini bukan soal siapa yang jadi terhebat
Tapi siapa yang paling bisa mengikuti kata hati

Hujan semakin lama semakin deras
Kawanannya datang beramai-ramai bersama angin dingin yang menusuk hati
Kurasakan sesak sesaat yang semakin lama semakin menyayat
“Mengapa aku mengalami ini lagi?”
Bukankah sudah ada kesepakatan dengan waktu yang akan menjadikan hari ini terasa cepat
Tapi mengapa waktu enggan bergerak dan terasa semakin lambat
Cepat..Cepat..
Aku takut rasa ini semakin mengikat dan tidak membawaku kemanapun

Bila memang ini sudah menjadi pilihanku, aku harap semuanya akan baik-baik saja
Aku menggenggam waktu, menjadikannya berjalan dengan kuasaku
Jadi,
aku akan berjalan, berpikir, menangis, berbahagia selama waktu yang aku mau
aku akan terjatuh, menangis, berduka, secepat kedipan mataku yang terselip debu didalamnya

Ketika letih terasa
Dan ragu menguasai raga
Beristirahatlah
selama yang kau mau
Sampai pada akhirnya kau akan merasa lega
Dan memulai melanjutkan lagi langkah