Category Archives: Monologue

aku ingin lagi

Aku ingin merasakan sakit hati lagi
Merasa dicampakan dan terbuang
Keinginan yang tersia-siakan
Mimpi yang terhapus setelah aku menulisnya dengan indah
Harapan yang tiba-tiba runtuh ketika aku telah membangunnya sampai menara tertinggi di hatiku

Aku ingin rasa hampa, kesedihan yang tak berkesudahan
Keinginan menjadi seseorang yang tidak kau inginkan
Hasrat untuk mendapatkan penolakan yang tak berkesudahan

Itu rasa setelah aku mengenalmu

Rasa yang coba aku bangun setelah aku tau bahwa kau hanyalah sebuah debu
Debu kecil yang mudah menyusup kedalam semua perasaanku selayaknya tertiup angin dari baling-baling emosi ku

Apa yang akan kau lakukan dengan hatiku?

Aku tak berkuasa penuh lagi atasnya


married vs facebook (female case)

Di usia menjelang 30 tahun, menikah menjadi -a must do thing- untuk beberapa orang, perempuan khususnya.
Semuanya menjadi serba terburu-buru, pilihan calon pendamping hidup mendadak menyusut jumlahnya, pertanyaan dari kerabat yang tak kunjung henti dan tekanan baru yang muncul dari facebook.

Situs jejaring sosial, yang dirasakan banyak manfaatnya-salah satunya adalah untuk silaturahmi (aka. reuni)- memicu kecemburuan sosial diantara si belum menikah dengan yang telah menikah dan dengan yang telah memiliki bayi kecil dalam pernikahannya.
Kasus pertama dimulai dari nama.
Untuk mereka yang telah menikah, mereka menambahkan nama suami mereka di belakang namanya
dan jujur saja, itu menjadikan nama mereka menjadi lebih terdengar cantik, pas, seakan-akan nama tambahan itu memang diciptakan khusus untuknya. Berbahagialah untuk mereka yang menikah dengan seseorang yang memiliki nama keluarga yang memang perfectly match with your name

Kasus kedua diikuti dengan foto profile.
Entah itu foto prewedding atau ketika foto wedding, dan yang lebih spektakuler lagi rasanya adalah ketika ada foto bayi diantaranya, entah satu atau dua bayi lucu yang difoto diantara kedua ayah dan ibunya.

Iseng, saya melakukan perbincangan mengenai hal ini dengan seorang kawan yang usianya memang tak jauh dengan saya dengan posisi status yang sama pula.
“Miris kadang”
Nama kami masih murni tanpa ada embel-embel nama suami, masih 100 persen nama pemberian orang tua, kalaupun ada nama keluarga didalamnya, pastinya itu adalah nama keluarga ayah atau ibu.
Foto profile kami masih diisi dengan kegiatan hura-hura (bersenang-senang) dengan beberapa kawan. entah itu berpetualang atau hanya dipojokan tempat minum kopi.

Tapi bagaimanapun keadaanya, saya tetap beryukur.
Saya sedang menunggu waktu untuk mengganti nama saya dengan embel-embel nama suami
saya sedang menabung untuk membeli kamera untuk memotret beribu kegiatan anak saya dan diposting dimana-mana.

Dan untuk para perempuan yang telah menikmati previlage itu, jaga dan syukurilah itu semua
Dan untuk para perempuan yang masih mengisi kolom searching for a soulmate di hatinya, bersabarlah.tunggu lah waktu..karena semua akan indah pada waktunya 🙂


lagu baru

aku melagu,
bersenandung lagu biru
yang mungkin akan mengobati hati yang sembilu

ada lagu baru
yang akan aku bagi denganmu,
bukan untuk menghiburmu tapi berbagi luka denganku

hatiku kadang mambatu bila melagu denganmu
lagu cinta yang selalu membuat bibirku kelu bila namamu tersebut disitu

aku rindu
padamu
yang bukan lagi miliku


aku belum (mau) berlalu

aku belum berlalu
masih menyisakan jejak ketika melangkah
aku belum berlalu
masih menunggu matahari datang
aku belum berlalu
ingin berkata tak jujur, tapi aku masih memiliki harap

tapi,…

aku ingin diam disini untuk beberapa waktu
biarkan aku sendiri
disaat seperti ini, aku lelah dengan kata

kenapa
ada apa
?

semakin banyak kata itu, semakin aku lari menjauh

…..tinggalkan aku

bila waktu dan hidup menarikku kembali
aku akan melanjutkan perjalanan hidupku
tapi kali ini,
aku kehilangan arah hidupku
biar aku memeluk diriku sendiri
dan biarkan  kaki ini tak terganggu untuk menjadi penentu kemana hidup ini akan berjalan

cobalah mengerti,
dan apabila itu sulit untukmu
tinggalkan aku



Larry

Leri,
lihat aku disini kali ini
kedinginan dan kebingungan
keadaan yang aku reka sendiri sehingga akhirnya menyiksa diriku sendiri
Leri,
aku ingin menjadi seseorang yang tidak aku kenal
atau biarkan aku hidup seorang didunia dimana tak seorangpun yang mengenalku
ketika aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri
Leri,
aku ingin pergi
sudah cukup aku menyakitinya,
cukup banyak aku menyia-nyiakan banyak hal dalam hidup ini
aku membuangnya percuma
Leri,
aku tak ingin kecewa, kalau pun iya nanti aku akan kecewa
aku tak ingin menyesalinya
aku tak ingin salah
walaupun akhirnya,
aku membuat keputusan yang salah
aku tak ingin mereka menyalahkanku

aku ingin hidupku tak bergejolak,tak bergelombang

Leri,
akan seperti apakah hidupku esok hari?
akankah aku menjadi seperti ini lagi
tetap dalam kebingungan
masih dalam sarang ketidakmenentuan yang aku bangun megah

Leri,
aku sakit


..mungkin suatu hari nanti aku dapat memelukmu

mungkin suatu hari nanti aku bisa memelukmu
dan cinta ini bukan lagi sesuatu yang perlu diingkari

coba menghentikan laju derasnya rasa sayang dengan benturan kenyataan
bahwa perbedaan adalah awal muara dari semua rasa yang ada
ketika ia menuntut sebuah kebersamaan, perbedaanlah yang didapat
saat ia menginginkan untuk mengakhiri perjalanan,
aku menyeretnya untuk berpetualang

banyak keenganan dalam kata-katanya,
ada seribu keraguan dalam bahasanya
dan ketakutan dalam keputusannya

tapi cinta ini tak membelenggu
rasa ini telah berubah mejadi senyawa abadi yang sempurna tak tergantikan
rasa ini bermutasi menjadi rasa sayang yang tak mengenal lagi semua hal dalam dirinya
rasa yang satu,
dan akan selalu begitu

tapi ia akan tetap melaju,
menjalani harinya
dengan atau tanpanya

karena cinta ini akan tetap ada
dibungkus kenangan indah yang mungkin tak mudah untuk dipahami

berjanjilah untuk hidup bahagia dan aku akan memiliki separuh kebahagiaan itu
dan kau pemilik hati yang hitam,
aku akan tetap menyimpan hati dan rasa yang pernah kau coba berikan
tapi cobalah untuk jatuh cinta lagi
karena kau takkan tahu jikalau diluar sana ada yang mencintai, menyayangi dan memilikimu
seutuhnya

dan sempurna lah kalian berdua…


Sekali lagi, tentang Cinta

Bagaimana cinta ketika mereka jatuh kedalamnya
Bagaikan meminum sebuah bejana besar berisi minuman yang memabukan
Begitulah rasa cinta

Serupa cermin yang memantulkan bayangan indah ketika kau ada dihadapannya
Begitulah rupa cinta

Seolah kau memiliki banyak cadangan hati yang akan selalu memudahkan untuk memberikan maaf meskipun luka baru saja ditorehkan dengan pisau tajam
Serupa pelangi yang datang seusai hujan, kehadirannya membuat senyum menjadi hal yang selalu ada di wajahmu walau baru saja petir memporak porandakan susunan kotak-kotak di hatimu

Cinta mambuatmu hidup
Cinta membuatmu mencintai hidup
Dia ingin jatuh cinta lagi
Mencintai sepenuhnya, bukan hanya menunggu untuk dicintai
Menyanyangi
Memahami
Menyadari
Memberi
Sungguh, mencintai buatnya saat ini lebih baik daripada dicintai

Mencintai membuatnya belajar
Mencintai membuatnya mengejar kehidupan ini
Mencintai membuatnya tumbuh dewasa
Mencintai membuatnya akan memberi tahunya bahwa dicintai adalah hal yang indah

Aku ingin jatuh cinta, sungguh